tiongkok
30cards

tiongkok

Updated 22 September 2018 18:01
  1. Investasi Tiongkok di Luar Negeri Diperkirakan Tembus USD2,5 Triliun
  2. Jack Ma: Perdagangan Tidak Bisa Digunakan untuk Perang
  3. Uni Eropa dan Tiongkok Tegaskan Pentingnya Sistem Perdagangan Multilateral
  4. Pengusiran Turis Tiongkok di Swedia Picu Ketegangan Diplomatik
  5. Ekonomi Tiongkok Mulai Melemah Usai Pertumbuhan Investasi Capai Titik Terendah
  6. Tiongkok Disebut Tidak akan Menyerah terhadap Tuntutan AS
  7. Trump: Tidak Ada Tekanan Capai Kesepakatan Perdagangan dengan Tiongkok
  8. Tidak Ada yang Menang dari Perang Dagang Global
  9. AS Mulai Kembali Bahas Perdagangan dengan Tiongkok
  10. AS Disebut akan Menyesal Jika Perlambat Ekonomi Tiongkok
  11. Dilamar di Pesawat, Pramugari di Tiongkok Malah Dipecat
  12. Motif Penabrakan di Tiongkok Diduga Balas Dendam
  13. Tiongkok Minta Izin WTO Beri Sanksi untuk Amerika Serikat
  14. Perang Dagang AS-Tiongkok Bebani Pasar Saham
  15. Mobil Tabrak Kerumunan Orang di Tiongkok, 9 Tewas
  16. Rusia dan Tiongkok Memulai Latihan Perang Terbesar
  17. Putin dan Xi Jinping Memasak Bersama di Rusia
  18. Tiongkok Mulai Tingkatkan Hubungan dengan Rusia
  19. Kekhawatiran Perang Dagang AS-Tiongkok Dinilai Berlebihan
  20. Perang Dagang Picu Tiongkok Perbesar Pengaruh di Ekonomi Global
  21. Perdagangan Tiongkok Tumbuh Stabil di Tengah Tarif Trump
  22. AS-Tiongkok Dinilai Dorong Perlambatan dalam Pertumbuhan Ekonomi Global
  23. Perusahaan Tiongkok Pindahkan Pabrik ke Luar Negeri
  24. Tiongkok Desak Korut-AS Implementasikan Perjanjian Denuklirisasi
  25. HRW Tuding Tiongkok Tahan Jutaan Minoritas Uighur
  26. Presiden Tiongkok Kirim Surat untuk Kim Jong-un
  27. Bank Sentral Tiongkok Suntikan Lukuiditas ke Pasar
  28. Industri Konstruksi Tiongkok Tumbuh Pesat Sejak 1978
  29. Obligasi Tiongkok jadi Primadona Investor Asing
  30. Trump Evaluasi Komentar Sebelum Kembali Kenakan Tarif untuk Tiongkok
  • Card 1 of 30
Ekonomi

Tekanan Politik Buat Investasi Tiongkok di AS Anjlok 92%

Angga Bratadharma    •    21 Juni 2018 15:07

Ilustrasi (FOTO: Internationalbusinesstribune) Ilustrasi (FOTO: Internationalbusinesstribune)

New York: Konsultan dan perusahaan riset yakni Rhodium Group mencatat keputusan akuisisi dan aktivitas investasi Tiongkok di Amerika Serikat (AS) turun sebanyak 92 persen menjadi hanya USD1,8 miliar dalam lima bulan pertama di 2018 ini. Secara divestasi, transaksi bersih Tiongkok ke AS selama periode tersebut adalah negatif USD7,8 miliar.

Mengutip CNBC, Kamis, 21 Juni 2018, penurunan yang tajam terjadi pada paruh kedua karena ada tekanan terhadap Beijing dari administrasi Trump yang akhirnya menahan lonjakan baru-baru ini dalam investasi lintas batas. Rhodium mencatat transaksi Tiongkok di AS mencapai rekor USD46 miliar pada 2016, dan turun menjadi USD29 miliar pada 2017.

Dalam mencari peluang investasi, perusahaan Tiongkok melakukan pembelian di luar negeri pada 2015 dan 2016. Tapi sekarang, Tiongkok ingin membatasi pelarian modal yang berlebihan. AS khawatir tentang perlindungan kekayaan intelektual dan telah meningkatkan pengawasan transaksi atas dasar keamanan nasional.

Administrasi Trump juga mengancam pembatasan investasi berdasarkan penyelidikan Section 301, studi yang sama yang menyebabkan pengumuman tarif terbaru. "Akibatnya, akuisisi senilai lebih dari USD2 miliar dalam lima bulan pertama tahun ini telah runtuh," kata Thilo Hanemann dari Rhodium Group.



Mereka termasuk penggabungan atau merger Alibaba-afiliasi Ant Financial dengan MoneyGram, rencana HNA untuk mengakuisisi Anthony Scaramucci milik SkyBridge Capital, dan dana Tiongkok yang didukung upaya Sino IC Capital untuk membeli perusahaan pengujian semikonduktor Xcerra.

"Pipa transaksi M&A yang tertunda masih tetap lebih tipis dan nilai transaksi rata-rata jauh lebih rendah dari periode sebelumnya," kata Hanemann dalam laporannya.

Konglomerat Tiongkok HNA, Anbang, dan Wanda besar, juga menjual banyak aset AS mereka dan mengirim jumlah penjualan di AS yang melampaui catatan menjadi USD9,6 miliar dalam lima bulan pertama tahun ini, menurut Rhodium. Analisis ini memperkirakan penjualan aset sebesar USD4 miliar lainnya sedang menunggu untuk dilepas kepemilikannya.

 

tiongkok
30cards

tiongkok

Updated 22 September 2018 18:01
  1. Investasi Tiongkok di Luar Negeri Diperkirakan Tembus USD2,5 Triliun
  2. Jack Ma: Perdagangan Tidak Bisa Digunakan untuk Perang
  3. Uni Eropa dan Tiongkok Tegaskan Pentingnya Sistem Perdagangan Multilateral
  4. Pengusiran Turis Tiongkok di Swedia Picu Ketegangan Diplomatik
  5. Ekonomi Tiongkok Mulai Melemah Usai Pertumbuhan Investasi Capai Titik Terendah
  6. Tiongkok Disebut Tidak akan Menyerah terhadap Tuntutan AS
  7. Trump: Tidak Ada Tekanan Capai Kesepakatan Perdagangan dengan Tiongkok
  8. Tidak Ada yang Menang dari Perang Dagang Global
  9. AS Mulai Kembali Bahas Perdagangan dengan Tiongkok
  10. AS Disebut akan Menyesal Jika Perlambat Ekonomi Tiongkok
  11. Dilamar di Pesawat, Pramugari di Tiongkok Malah Dipecat
  12. Motif Penabrakan di Tiongkok Diduga Balas Dendam
  13. Tiongkok Minta Izin WTO Beri Sanksi untuk Amerika Serikat
  14. Perang Dagang AS-Tiongkok Bebani Pasar Saham
  15. Mobil Tabrak Kerumunan Orang di Tiongkok, 9 Tewas
  16. Rusia dan Tiongkok Memulai Latihan Perang Terbesar
  17. Putin dan Xi Jinping Memasak Bersama di Rusia
  18. Tiongkok Mulai Tingkatkan Hubungan dengan Rusia
  19. Kekhawatiran Perang Dagang AS-Tiongkok Dinilai Berlebihan
  20. Perang Dagang Picu Tiongkok Perbesar Pengaruh di Ekonomi Global
  21. Perdagangan Tiongkok Tumbuh Stabil di Tengah Tarif Trump
  22. AS-Tiongkok Dinilai Dorong Perlambatan dalam Pertumbuhan Ekonomi Global
  23. Perusahaan Tiongkok Pindahkan Pabrik ke Luar Negeri
  24. Tiongkok Desak Korut-AS Implementasikan Perjanjian Denuklirisasi
  25. HRW Tuding Tiongkok Tahan Jutaan Minoritas Uighur
  26. Presiden Tiongkok Kirim Surat untuk Kim Jong-un
  27. Bank Sentral Tiongkok Suntikan Lukuiditas ke Pasar
  28. Industri Konstruksi Tiongkok Tumbuh Pesat Sejak 1978
  29. Obligasi Tiongkok jadi Primadona Investor Asing
  30. Trump Evaluasi Komentar Sebelum Kembali Kenakan Tarif untuk Tiongkok