• Card 19 of 30
Ekonomi

Harga Elpiji Vivo Disebut Tidak Memberatkan Masyarakat

Annisa ayu artanti    •    24 November 2017 14:15

Elpiji Vivo (FOTO: MTVN/Annisa Ayu) Elpiji Vivo (FOTO: MTVN/Annisa Ayu)

Jakarta: PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) melalui afiliasinya PT Sierra Nusa Gas akan menjual produk LPG Nusagas dengan kisaran harga Rp25.500 sampai Rp460 ribu. Harga itu diyakini akan menjadi harga yang termurah.

Corporate Communication Vivo Energy Indonesia Maldi Al-Jufrie mengatakan akan memasarkan produk elpiji dengan varian tabung yang berbeda-beda. Mulai dari 4,5 kg, delapan kg, 15 kg, dan 60 kg dengan masing-masing harga sebesar Rp25.500, Rp56 ribu, Rp110 ribu, dan Rp460 ribu. Harga tersebut belum termasuk tabung.

"Harga untuk 4,5 kg ke end user Rp25,5 ribu. Lalu delapan kg Rp56 ribu. Lalu 15 kg Rp110 ribu. Sedangkan 60 kg Rp460 ribu," sebut Maldi, di Kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat, 24 November 2017.

Maldi menjelaskan, produk elpiji yang dijualnya merupakan produk nonsubsidi. Namun konsep penjualannya dijanjikan tidak akan membebani masyarakat. Artinya akan lebih murah dari produk elpiji keluaran PT Pertamina (Persero).

"Nanti konsepnya kami tidak memberatkan masyarakat. Itu harga di luar tabung," ucap dia.

Spesifikasinya pun demikian, Maldi menuturkan, berbeda dengan produk elpiji yang beredar dipasaran dengan perbandingan propana dan butana 80 persen dan 20 persen. Perbandingan ini akan membuat kualitas elpiji lebih bagus.

"Spesifikasinya berbeda dengan elpiji. Elpiji ini propana butana 60-40 persen. Kalau kita 80-20 persen. Kita mau 100 persen propana tapi kita tidak bisa atur tekanan," jelas dia.

Terkait peluncuran produk ini, pihak Vivo sudah melakukan uji lab di Lembaga Minyak dan Gas bumi (Lemigas). Dengan komposisi gas seperti itu maka ketika terkena angin, api tidak cepat mati. "Kita sudah tes di Lemigas. Kalau di kipas tidak mati. Ini sudah di tes sampai Lemigas," imbuh dia.

Ketika ditanyakan perbandingan harga elpiji keluaran Vivo dengan gas dari jaringan gas (jargas) PT PGN Tbk, Maldi mengakui masih lebih murah menggunakan jargas. Namun untuk jargas kalori yang dihasilkan lebih rendah sehingga jika digunakan untuk memasak akan lebih memakan waktu lama.

"Tapi kalau untuk nilai kalor, tidak bisa lebih tinggi. Jadi secara jargas lebih murah. Tagihan lebih murah. Itu pasti menggunakan gas lebih murah. Tapi kalau elpiji kalori lebih tinggi. Lebih cepat matang," tutup dia.