• Card 23 of 30
Nasional

Alasan Ahok Ajukan Peninjauan Kembali

Damar Iradat    •    20 Februari 2018 13:26

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat disidang. Foto: MI/Ramdani. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat disidang. Foto: MI/Ramdani.

Jakarta: Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memberikan keterangan terkait alasan pengajuan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung. Salah satunya ada kekhilafan dari hakim yang memvonis Ahok dua tahun penjara.

"Alasan PK itu kan antara lain adanya kekhilafan hakim, sehingga mengakibatkan salahnya penerapan hukum yang akhirnya menjatuhkan putusan yang salah," kata salah satu anggota tim kuasa hukum Ahok, Teguh Samudra, saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 20 Februari 2018.

Baca: Jaksa Senior Disiapkan Hadapi PK Vonis Ahok

Sementara itu, lanjut Teguh, menurut kuasa hukum Ahok yang lain, Fifi Lety Indra Purnama, pihaknya telah menemukan novum atau bukti baru. Meski demikian, Teguh mengatakan kuasa hukum yang lain tak bisa menjelaskan novum yang ditemukan Fifi.

Menurut Teguh, tim kuasa hukum Ahok yang juga menangani perkara penistaan agama saat itu belum berkoordinasi lebih lanjut dengan Fifi. Akan tetapi, ia setuju dengan langkah yang diambil oleh Fifi.

"Yang tahu alasannya, temuan-temuan apanya, dia (Fifi). Tim tidak diajak diskusi tentang itu, jadi kita tidak bisa menjelaskan ke pihak lain. Tapi, kami setuju saja karena ada alasan-alasan hukum selama proses persidangan itu," kata Teguh.

Baca: Kejaksaan Siap Hadapi Sidang PK Ahok

Teguh juga tak ambil pusing soal komentar Ketua Advokasi Tim Pembela Ulama dan Aktivis Indonesia, Eggi Sudjana, yang menuding ada skenario di balik pengajuan PK. Menurutnya, Eggi sah-sah saja mengeluarkan pernyataan tersebut. 

"Skenario apa? Persepsi saja itu. Dalam proses demokrasi, ya, kita biarkan saja. Tapi, secara yuridis prosesnya di persidangan, maka harus atas alasan-alasan hukum," kata Teguh.

Kuasa hukum Ahok yang lain, Josefina A Syukur, dari Law Firm Fifi Lety Indra & Partners, mengaku tak bisa membeberkan novum yang ditemukan. Ia memastikan novum-novum itu akan diterangkan di sidang pada Senin, 26 Februari 2018.

"Maaf banget, kami tidak bisa beri tanggapan apa pun. Sidang tanggal 26 dan terbuka untuk umum. Ditunggu saja," kata Fina saat dihubungi.

Ahok mengajukan PK kepada MA melalui Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut). Permohonan disampaikan pada 2 Februari 2018.

Putusan yang ingin ditinjau ulang adalah putusan nomor 1537/Pid.B/2016/PN.Jkt.Utr yang memvonis Ahok dua tahun penjara. Putusan itu telah berkekuatan hukum tetap dan vonisnya telah dijalani Ahok. 

Humas MA Abdullah membenarkan Ahok telah mengajukan PK atas vonis yang diterimanya. Sidang PK Ahok dijadwalkan Senin, 26 Februari.

Baca: Sidang Peninjauan Kembali Vonis Ahok Pekan Depan