• Card 3 of 30
Nasional

Pesan Ahok ke Staf yang Maju Caleg DKI

Lukman Diah Sari    •    28 Oktober 2018 02:08

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Medcom.id/Mohammad Rizal. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Medcom.id/Mohammad Rizal.

Jakarta: Calon anggota DPRD DKI pada Pemilu 2019, Ima Mahdiah, mengaku kerap berdiskusi dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Diskusi sering dilakukan di Mako Brimob Depok, Kelapa Dua, soal politik maupun pencalonannya sebagai anggota legislatif. 

"Saya kan tiap Kamis ke Mako untuk update kerjaan, isu-isu terkini. Di Tim BTP (Basuki Tjahaja Purnama), biasanya juga ngomongin pencalegan. Saya dapat pesan khusus dari Pak Ahok," kata Ima kepada wartawan, Sabtu, 27 Oktober 2018. 

Ima merupakan staf Ahok saat masih Gubernur DKI, maju dari Dapil 10 wilayah Jakarta Barat. Dalam pertemuannya dengan Ahok, ia selalu menceritakan soal masalah masyarakat yang ditemuinya sejak Ahok tak lagi menjabat gubernur DKI.

"Jadi saya turun ke lapangan, mendata keperluan apa yang bisa dibantu. Yang bisa bantu saya bantu, ya masyarakat ibu-ibu bilangnya kita jadi susah dan nyesel," ujar Ima yang maju melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Ima mengaku, ingin meniru model kepemimpinan Ahok yang langsung turun menemui masyarakat. Bahkan, masih ada warga yang ingin Ahok jadi Gubernur DKI lagi.

"Saya jawab ya enggak bakal jadi gubernur," jelas dia.

Ia mengatakan, warga DKI kecewa dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI di bawah kepemimpinan Anies Baswedan, antara lain mengenai anggaran KJP Plus yang dipotong.

"Saya cerita ke Pak Ahok bahwa saya turun ke titik-titik ini, kaget juga banyak yang merasa kecewa," ujarnya.

Dia menambahkan, tidak ada strategi khusus yang disampaikan Ahok supaya terpilih sebagai anggota legislatif di Kebon Sirih pada Pemilu 2019. Ahok hanya berpesan jangan menjelekkan calon anggota legislatif lain.

"Jangan ada rasa mau menang, kalau rasa mau menang semua cara dihalalkan, santai saja enjoy, buat pengalaman juga," tandasnya.