• Card 11 of 30
Hiburan

Karya Ananda Sukarlan untuk Ahok Sukses Dibawakan di Korea

Cecylia Rura    •    08 April 2018 10:11

Ananda Sukarlan memiliki kiprah yang gemilang di dunia musik dalam skala internasional (Foto:Media Indonesia/Retno) Ananda Sukarlan memiliki kiprah yang gemilang di dunia musik dalam skala internasional (Foto:Media Indonesia/Retno)

Jakarta: No More Moonlight Over Jakarta, karya komponis Indonesia Ananda Sukarlan yang terinspirasi dari sosok Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan sukses dibawakan pianis terkemuka asal Amerika Serikat, Yael Weiss, dalam Changwon Internastional Music Festival di Korea pada Jumat, 6 April 2018.

Lewat karya musiknya, Ananda ingin menyuarakan sikap tegasnya dalam menanggapi situasi politik di Indonesia dan sebagai bentuk dukungan terhadap Ahok yang dituduh menodai agama.

"Ini cara saya membela Ahok yang menurut saya telah didzalimi dan menjadi korban politik memainkan isu agama yang sangat brutal. Dengan karya ini semoga Ahok akan menjadi perhatian dunia. Karena musik klasik mempunyai kelas tersendiri dalam pergaulan pemimpin-pemimpin dunia. Saya berharap Ahok dapat Penghargaan Hadiah Nobel untuk Tokoh Perdamaian Dunia atau Penghargaan Ramon Magsasay," papar komponis kelahiran Jakarta itu kepada Medcom.id, Sabtu 7 April 2018.

No More Moonlight Over Jakarta dibuat Ananda ketika ia terpilih sebagai salah satu dari 32 komponis di seluruh dunia oleh 32 Bright Clouds, institusi yang bergerak untuk melestarikan proyek sonata Ludwig van Beethoven di Amerika Serikat. Gelaran ini sekaligus untuk merayakan 250 tahun kelahiran Beethoven yang telah menulis 32 piano sonata semasa hidupnya. Sebanyak 32 komponis itu kemudian diminta untuk membuat karya musik berdasarkan tema dari satu sonatanya. Ananda memilih Moonlight Sonata.

"Kebetulan judul sonatanya Beethoven, 'Moonlight', ini sesuai dengan nama Ahok, Tjahaja Purnama, yang berarti sinar bulan purnama. Karya musik saya No More Moonlight Over Jakarta ini merupakan penciptaan, pengembaraan, dan interpretasi baru atas sonata Moonlight-nya Beethoven berdasarkan inspirasi sosok Ahok," jelas Ananda.

Tepat setelah membawakan karya musik Ananda bertajuk No More Moonlight Over Jakarta, pianis Yael Weiss membalas pesan singkat Ananda. Pianis asal Amerika itu mengucapkan banyak terima kasih atas karya Ananda. Ia pun mengatakan penonton serta para profesional ikut menikmati karya musik Ananda yang dibawakan Yael di Korea.

"Hello Ananda, thank you so much for the wonderful piece! I wish you could have been there to see the reaction from people - many compliments from both the professionals and the audience. Immediately after the concert last night I had to go present a workshop... and today it’s been masterclasses all day (they make you work hard in Korea!) so I haven’t had a chance to read the things you sent yet but hope to have some time when I get to the airport. Audience were so enthusiastic!" demikian isi pesan singkat Yael, yang dibagikan Ananda kepada Medcom.id.

Selama beberapa bulan ke depan, No More Moonlight Over Jakarta akan dibawakan Yael di beberapa panggung musik dunia. Selanjutnya akan dibawakan di panggung London dan Washington.