• Card 21 of 30
Nasional

Ahok Dapat Remisi 15 Hari

Juven Martua Sitompul    •    22 Desember 2017 23:03

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengacungkan tangan saat tiba di Rutan Cipinang, Jakarta. Foto: MI/Arya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengacungkan tangan saat tiba di Rutan Cipinang, Jakarta. Foto: MI/Arya

Jakarta: Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM memberi remisi kepada mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ahok mendapat potongan masa tahanan selama 15 hari.

"Terkait Ir. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terpidana kasus penodaan agama, pidana dua tahun mendapat remisi 15 hari," kata Kabag Humas Ditjen PAS Kemenkumham Adek Kusmanto saat dikonfirmasi, Jumat 22 Desember 2017.

Menurut Adek, pemberian remisi terhadap Ahok berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan Pasal 14 (i), yang menyebut narapidana berhak mendapatkan remisi. Ahok mendapat remisi Hari Raya Natal 2017.

Adek mengatakan, Ahok dianggap telah memenuhi syarat administratif untuk mendapatkan remisi. "Bagi umat nasrani yang saat ini sedang menjalani hukuman, maka saat Natal nanti, tepat 25 Desember 2017 akan mendapatkan pengurangan hukuman," ujar dia.

Selain Ahok, 9.158 narapidana juga mendapat remisi dengan rincian, 15 hari untuk 2.338 orang, satu bulan untuk 5.895 orang, satu bulan 15 hari untuk 745 orang dan dua bulan diberikan kepada 180 orang.

"Dengan itu, maka negara telah menghemat anggaran makan narapidana sebesar Rp3.766.801.500 dari perhitungan sebesar Rp14.700," ‎pungkasnya.

Ahok divonis dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Utara. Ahok dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama karena pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Dalam amar putusannya, Ahok dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana dalam Pasal 156a KUHP, yakni secara sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama.