• Card 27 of 30
Nasional

Ahok: Enggak Ada Agama yang Mengajarkan Kebencian

LB Ciputri Hutabarat    •    28 April 2017 00:52

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. ANT/ Eko Siswono Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. ANT/ Eko Siswono

medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berceramah soal pendidikan agama di Balai Kota. Dalam sambutannya, Ahok percaya bahwa tak ada agama yang menyebarkan kebencian.

"Enggak ada agama yang ngajarin benci orang. Kalau ada itu berarti setan. Kalau agama ngajarin orang darah Ahok halal, itu setan. Enggak ada agama mengajarin seperti itu dan pengecut," kata Ahok di Balai Kota, Jakpus, Kamis, 27 April 2017.

Ahok mengatakan, sejauh ini DKI sudah punya program yang baik untuk usia anak-anak. Ahok ingin agar anak-anak tersebut tidak terkontaminasi ajaran-ajaran yang salah.

"Kita sudah punya program baik untuk anak, tapi kalau konsep pengenalannya dengan Tuhan salah, contohnya boleh membunuh orang, boleh teriak-teriak memuji Tuhan untuk bunuh orang, ini salah," tegas Ahok.

Untuk menghindari itu, Ahok sudah meminta bantuan kepolisian untuk mengamankan fasilitas publik yang dipakai untuk menyebarkan kebencian. Ahok bilang tak ingin rakyat Jakarta terpecah belah karena perbedaan.

"Kita harus berani tindak, saya sudah bilang kepada Kepolisian kalau dibiarkan terus begitu, kalau rumah ibadah, RPTRA kita dipakai untuk menyebarkan kebencian, padahal kita ingin mempersatukan orang-orang yang berbeda," jelas Ahok.

Ahok menolak mentah-mentah jika ada isu penyeragaman agama di Indonesia. Dia menegaskan bahwa Indonesia adalah negara Pancasila.

"Kita munafik membiarkan penyeragaman di RPTRA, enggak bisa, ini negara Pencasila, kalau anda mau ganti pondasi kita perang. Karena ini pondasi dibayar dengan nyawa orang," tegas dia.

Selesai berkata-kata, Ahok buru-buru mengakhirinya. Ahok bilang tak ingin pidatonya tersebut menjadi masalah. Pasalnya, Ahok mengaku sudah kenyang dengan isu SARA yang selama ini sudah ia hadapi.

"Orang-orang bilang jangan ngomong agama nanti kamu dilaporin lagi. Sudah terlatih saya 21 kali disidang. Saya juga sudah muak dengan kemunafikan seperti ini," tutup Ahok.