• Card 1 of 30
Nasional

Surat Ahok untuk Veronica di HUT ke-20 Pernikahan

LB Ciputri Hutabarat    •    08 September 2017 14:30

Nico Sean Nicholas Purnama membacakan surat Ahok untuk Veronica. Foto-foto:  Staf Ahok/Sakti Budiono Nico Sean Nicholas Purnama membacakan surat Ahok untuk Veronica. Foto-foto: Staf Ahok/Sakti Budiono

medcom.id, Jakarta: Kemarin adalah hari jadi pernikahan ke-20 mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersama Veronica Tan. Sejumlah staf internal Ahok memberikan kejutan kepada Veronica dengan menyelenggarakan acara internal Apresasi Penulis Buku 'Ahok di Mata Mereka'.

"Jadi, kita sengaja memberikan surprise kepada Ibu (Veronica). Yang diundang memang khusus yang menulis buku," kata salah satu staf Ahok, Sakti Budiono, kepada Metrotvnews.com, Jumat, 8 September 2017.

Sakti mengatakan, dalam acara tersebut, ada dua sesi pembacaan surat. Pertama surat yang dibacakan Veronica dan kedua adalah surat yang dibacakan anak Ahok, Nico Sean Nicholas Purnama.

"Surat yang dibaca Nico adalah surat dari Bapak (Ahok) kepada Ibu (Vero). Suratnya ditulis di Mako Brimob," kata Sakti.

Berikut isi lengkap surat Ahok kepada istrinya:

Untuk Vero istriku

Ahok, Mako Brimob.

Sekarang aku harus berterima kasih akan keadaan saat ini kepada semua pihak yang menyebabkan aku menjadi narapidana dan ditahan langsung tanpa menunggu proses lebih lanjut.

Tak terbayang jika aku tidak ditahan, aku akan terus bekerja seperti dulu sampai Oktober sampai masa jabatan. Itu artinya saya bangun jam 4.30 (Kamu memberiku gelar robot), karena semua waktu dihitung tepat, agar aku bisa tiba di Balai Kota jam 7.30. Karena sudah banyak warga menunggu, dan kerja nonstop sampai pulang ke rumah sudah di atas jam 21. Sabtu Minggu selain ke kawinan, juga selesaikan disposisi surat dan kadang sampai tengah malam di malam senin, agar hari senin tidak ada surat yang tertinggal. Kamu memberi gelar padaku robot, sungguh benar.

Sekarang di hari pernikahan kita yang ke 20 tahun. Saya bersyukur bisa ada waktu mengenalmu dan memperhatikan kamu, dulu aku benar-benar “Take it for granted”, sampai-sampai anak juga kamu yang ajak jalan dan bicara.

"Hadiah terbesar HUT pernikahan ke-20 adalah aku di dalam tahanan, menyadari betapa beruntungnya pernikahan kita masih utuh dan engkau memaafkan semua kegilaan kerjaku melayani masyarakat, dan sekali pun mendapat balasan masuk dalam tahanan dan tidak dipilih tetapi saya mendapatkan istri yang mengasihi aku dan anak- anak. Kembali, kalau ada yang salah dalam hubungan suami istri, umumnya yang salah pasti sang suaminya."

Aku bersyukur dalam tahanan, menjadi banyak waktu untuk merenung, betapa istriku bukan lagi seperti dulu, sekarang sudah jadi dewasa, mampu berprestasi dan menjadi perempuan yang penolong bagi saya. Sungguh benar dikatakan dalam Amsal Salamo, istri yang berakal budi adalah anugerah Tuhan dan kamu adalah anugerah Tuhan untukku. Dan benar juga yang dikatakan “Love prospers when a fault is forgiven”. Sekarang saya merasa cintaku lebih besar daripada 20 tahun yang lalu.

Tuhan, Terima kasih atas semua yang telah terjadi.