• Card 1 of 30
Nasional

Fredrich Yunadi Terancam Dihukum Berat

Juven Martua Sitompul    •    09 Februari 2018 20:55

Juru bicara KPK Febri Diansyah - MI/Rommy Pujianto. Juru bicara KPK Febri Diansyah - MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Terdakwa kasus merintangi penyidikan, Fredrich Yunadi, terancam dihukum berat. Sebab, Fredrich tidak kooperatif bahkan menuding dakwaan yang dibuat jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) palsu.
 
"Kalau kita lihat Pasal 21 itu maksimal tuntutannya 12 tahun, tentu nanti penuntut umum akan mempertimbangkan perbuatan-perbuatan yang dilakukan karena itu bisa menjadi alasan yang memberatkan atau meringankan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 9 Februari 2018.
 
Menurut Febri, Fredrich bisa saja dihukum ringan selama proses persidangan bersikap kooperatif dan mengakui perbuatannya. Namun, hukuman Fredrich bisa diperberat jika terus menyangkal.
 
"Nanti kita lihat lebih lanjut pada proses persidangan kemungkinan tuntutan maksimal itu tidak tertutup kemungkinan tentu saja namun Jaksa yang nanti diputus hakim," ujarnya.

Baca: Fredrich Tuding Jaksa KPK Mengancam Keluarganya 

Febri mengatakan, dalam memutuskan ada beberapa hal yang dipertimbangkan majelis hakim. Febri menyarankan Fredrich dan tim hukumnya kooperatif dan menghormati proses hukum yang berjalan.
 
"Kami Ingatkan juga pada terdakwa dan pihak lain yang diproses oleh KPK agar kooperatif dengan proses hukum. Sikap tidak kooperatif di persidangan justru memberatkan," kata Febri.
 
Fredrich sebelumnya di Pengadilan Tipikor menuding Jaksa KPK telah membuat dakwaan palsu. Menurut Fredrich, Setya Novanto dipaksa oleh penyidik untuk mencabut 12 surat kuasa yang pernah diberikan Novanto kepada dirinya termasuk surat kuasa pelaporan dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Saut Situmorang.
 
Fredrich menegaskan, memiliki bukti kuat meskipun di dalam dakwaan banyak poin yang menyebutkan dirinya memalsukan. Menurutnya, justru penyidik KPK lah yang melakukan rekayasa itu semua.
 
Fredrich didakwa melanggar Pasal 21 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Ancaman pidana bagi Fredrich dalam dakwaannya adalah penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 12 tahun dan atau denda paling sedikit Rp150 juta dan paling banyak Rp600 juta.