• Card 1 of 30
Nasional

KPK Perlu Telisilk Pertemuan Mirwan dan SBY

Juven Martua Sitompul    •    10 Februari 2018 15:28

Peneliti ICW Tama S Langkun. Peneliti ICW Tama S Langkun.

Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, masuknya nama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pusaran korupsi KTP-el perlu diselisik lebih jauh. Menurutnya, perlu kesaksian lebih banyak untuk mencari fakta-fakta pertemuan Mirwan Amir dengan SBY.
 
"Kesaksian sedikit, kalau mau dikembangkan perlu tahapan yang panjang. Perlu kesaksian lebih banyak," kata Peneliti ICW Tama S Langkun dalam sebuah diskusi bertajuk 'Catatan Hitam e-KTP' di Jakarta, Sabtu, 10 Februari 2018.
 
Tama mengakui, banyak fakta menarik yang muncul dalam persidangan terdakwa Setya Novanto. Terlebih, tiga pelaku lain yakni Irman, Sugiharto dan Andi Agustinus alias Andi Narogong sudah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor.
 
"Pertanyaan ada kerugian negara 2,3 triliun apakah secara hukum hanya beban bagi Irman dan Sugiharto? Tentu harus direview," ujarnya.
 
"Tapi kalau kita lihat penyebutan SBY itu kita perlu perhatikan apakah pertemuan Mirwan dan SBY (di Cikeas) itu benar atau tidak, dalam konteks `jalan terus` (ucapan SBY) kita harus liat dampaknya," katanya.

Baca: SBY: Tuduhan Soal KTP-el Serius
 
Wakil Sekjen Partai Demokrat sekaligus kuasa hukum SBY, Didi Irawan Syamsuddin, berkeyakinan kesaksian Mirwan soal pertemuan itu kebohongan publik. Didi justru mempertanyakan kapasitas Mirwan menemui SBY secara langsung.
 
"Perlu publik mengetahui, SBY sebagai presiden sampai hari ini manakala ada pertemuan itu ada agenda yang jelas, ajukan surat dan ada saksi-saksi terkait. Jadi dalam KTP-el sudah pasti ada saksi-saksi seperti pejabat-pejabat terkait dan direkam," Didi.
 
Tak hanya itu, Didi juga menuding Firman Wijaya, kuasa hukum Setya Novanto telah mengembangkan kebohongan publik tersebut. Dia menantang baik Mirwan atau Firman membuktikan pertemuan SBY itu.
 
"Kami udah bantah dari awal. Ada baiknya saudara Mirwan buktikan itu lebih bagus. Saya tantang benarkah ada pertemuan itu," kata Didi.