setya novanto
30cards

setya novanto

Updated 07 Agustus 2018 18:33
  1. Chairuman Dicecar soal Hubungan Putranya dan Irvanto
  2. Jaksa Cecar Charles Soal Pertemuan dengan Setya Novanto
  3. Saksi Mengakui jadi Perantara Penyerahan Uang Keponakan Novanto
  4. Irvanto Didakwa Memperkaya Setya Novanto US$7,3 Juta
  5. Dirjen PAS Dalami Dugaan Sel Palsu Setya Novanto
  6. Anang Minta Pemblokiran Rerkeningnya Dicabut
  7. Anang Sugiana Siap Bertanggung Jawab untuk Kasus KTP-el
  8. Bimanesh Sutarjo Divonis Tiga Tahun Penjara
  9. Keponakan Novanto segera Diadili
  10. Bimanesh Kecewa dengan RS Medika Permata Hijau
  11. Bimanesh Enggan Disebut Bersekongkol dengan Fredrich
  12. Fredrich: 28 Juni Hari Kematian Advokat
  13. Fredrich Tuding Bimanesh Sutarjo Sudah 'Dibeli' KPK
  14. KPK Bidik Tersangka Baru KTP-el Lewat Keponakan Novanto
  15. Fredrich tak Peduli jika Bimanesh Dituntut Lebih Ringan
  16. Bimanesh: Banyak Pasien Susah Setelah Saya Ditahan
  17. Bimanesh Merasa Diperdaya Fredrich
  18. Bimanesh Sebut Novanto Memang Perlu Dirawat Pascakecelakaan
  19. Bimanesh Bantah Perintahkan Perawat Perban Novanto
  20. KPK Isyaratkan Buka Penyelidikan Pencucian Uang Novanto
  21. Ahli Sebut Dokter tak Perlu Laporkan Pasien Buron
  22. Tak Ada Hal Meringankan dalam Perkara Fredrich
  23. Fredrich Yunadi Hadapi Tuntutan Jaksa Hari Ini
  24. Fredrich Disebut Pernah Minta Pekerjaan ke Penyidik KPK
  25. Ahli: Dokter Bisa Dipidana Jika Bertindak di Luar Standar Profesi
  26. Jaksa Protes Perkataan Fredrich soal Bom
  27. KPK Dalami Kesaksian Keponakan Setnov
  28. KPK Cermati Kesaksian Irvanto soal Aliran Korupsi KTP-el
  29. Setnov Kembali Beberkan Aliran Uang KTP-el
  30. Novanto Sebut Fee KTP-el Dibahas di Ruang Ade Komaruddin
  • Card 1 of 30
Nasional

Jaksa Beberkan Skenario Kecelakaan Novanto

Faisal Abdalla    •    08 Februari 2018 13:22

Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunandi, menunjukkan foto kliennya yang sedang dirawat di RS Medika Permata Hijau, Jakarta. Foto: Antara/Galih Pradipta. Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunandi, menunjukkan foto kliennya yang sedang dirawat di RS Medika Permata Hijau, Jakarta. Foto: Antara/Galih Pradipta.

Jakarta: Jaksa penunutut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan kronologi kecelakaan yang diduga direkayasa mantan Ketua DPR Setya Novanto dengan bantuan Fredrich Yunadi, pengacaranya. Hal itu tercantum dalam dakwaan kepada Fredrich.

"Penyidik berupaya menangkap SN (Setya Novanto) pada 15 November 2017 di kediamannya. Penyidik lalu menanyakan kepada terdakwa perihal keberadaan SN. Namun, terdakwa mengaku tidak tahu, padahal terdakwa telah menemui SN di gedung DPR," kata jaksa pada KPK Fitroh Rohcahyanto di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Januari 2018. 

Menurut jaksa, saat penyidik KPK tiba di kediaman Novanto, mantan ketua umum Partai Golkar itu sudah pergi dan menginap di Hotel Sentul, Bogor, Jawa Barat, sambil memantau perkembangannya melalui televisi. Keesokan harinya, SN kembali ke gedung DPR. 

"Lalu pada 16 November 2017 pukul 11.00, terdakwa menghubungi dr Bimanesh Sutarjo yang telah dikenal terdakwa untuk menangani SN di RS Permata Hijau dengan diagnosis beberapa penyakit, termasuk hipertensi." beber jaksa. 

Jaksa mengungkapkan Fredrich bahkan sempat bertemu dengan Bimanesh di kediamannya di Apartemen Botanica, Simprug, Jakarta Selatan, pada pukul 14.00 WIB, untuk menegaskan permintaannya tersebut. Bimanesh lalu menyanggupi permintaan Frederich. 

"Selanjutnya dr Bimanesh Sutarjo menghubungi Plt Manajer RS Permata Hijau, dr Alia, agar menyiapkan ruang VIP untuk pasien atas nama Setya Novanto dengan diagnosis hipertensi berat. Padahal, saat itu dr Bimanesh belum memeriksa SN," beber Jaksa. 

Pukul 17.30 WIB, Fredrich disebut menemui dokter jaga hari itu, Michael Chia Cahaya, untuk meminta dibuatkan surat perintah rawat inap. Namun, Michael menolak. Frederich lalu menemui Alia untuk mengecek kamar VIP sekaligus meminta untuk mengubah alasan Novanto harus dirawat inap, dari semula karena hipertensi berat menjadi kecelakaan. 

"Padahal SN sendiri saat itu berada di Gedung DPR bersama Reza Pahlevi (ajudan) dan Hilman Mattauch," lanjut jaksa.

Pada pukul 18.30 WIB, Bimanesh tiba di RS Permata Hijau dan membuat surat pengantar rawat inap dari IGD. Hal itu kerena Michael sebelumnya menolak permintaan Fredrich. 

Dalam surat pengantar itu, Bimanesh menuliskan diagnosis Novanto yaitu vertigo, diabetes melitus, dan hipertensi. Padahal, saat itu Bimanesh belum pernah mendiagnosis Novanto. 

Sekitar pukul 18.45 WIB, Novanto tiba di RS Medika Permata Hijau. Dia langsung dibawa ke kamar VIP No 323 sesuai dengan surat pengantar rawat inap yang dibuat Bimanesh setelah Novanto tiba di ruang VIP. 

Baca: KPK Sebut Gugatan Praperadilan Fredrich Gugur

"Lalu Bimanesh memerintahkan Indri, perawat RS Medika, untuk membuang surat perintah rawat inap yang telah dibuat sebelumnya dan diganti dengan surat pengantar dari poli yang ditandatangani oleh Bimanesh, meskipun saat itu bukan merupakan jadwal praktik Bimanesh," beber jaksa. 

Jaksa dalam dakwaannya juga turut menyoroti pernyataan Fredrich kepada wartawan yang menyebut kondisi Novanto berdarah-darah dan terdapat benjol di dahi sebesar bakpao. Penyidik KPK tiba di RS Medika sekira pukul 21.00 WIB dan mengecek kondisi Novanto yang ternyata tidak mengalami luka serius. 

"Namun, terdakwa menyampaikan kepada penyidik bahwa Novanto sedang dirawat intensif dan tak bisa dimintai keterangan. Terdakwa juga meminta Mansur, satpam RS Permata Hijau, untuk menyampaikan kepada penyidik KPK agar meninggalkan ruang VIP lantai 3 karena sebagain besar kamarnya sudah disewa untuk keluarga Novanto," ujar Jaksa.

Atas perbuatan-perbuatannya, Fredrich disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo. Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.


setya novanto
30cards

setya novanto

Updated 07 Agustus 2018 18:33
  1. Chairuman Dicecar soal Hubungan Putranya dan Irvanto
  2. Jaksa Cecar Charles Soal Pertemuan dengan Setya Novanto
  3. Saksi Mengakui jadi Perantara Penyerahan Uang Keponakan Novanto
  4. Irvanto Didakwa Memperkaya Setya Novanto US$7,3 Juta
  5. Dirjen PAS Dalami Dugaan Sel Palsu Setya Novanto
  6. Anang Minta Pemblokiran Rerkeningnya Dicabut
  7. Anang Sugiana Siap Bertanggung Jawab untuk Kasus KTP-el
  8. Bimanesh Sutarjo Divonis Tiga Tahun Penjara
  9. Keponakan Novanto segera Diadili
  10. Bimanesh Kecewa dengan RS Medika Permata Hijau
  11. Bimanesh Enggan Disebut Bersekongkol dengan Fredrich
  12. Fredrich: 28 Juni Hari Kematian Advokat
  13. Fredrich Tuding Bimanesh Sutarjo Sudah 'Dibeli' KPK
  14. KPK Bidik Tersangka Baru KTP-el Lewat Keponakan Novanto
  15. Fredrich tak Peduli jika Bimanesh Dituntut Lebih Ringan
  16. Bimanesh: Banyak Pasien Susah Setelah Saya Ditahan
  17. Bimanesh Merasa Diperdaya Fredrich
  18. Bimanesh Sebut Novanto Memang Perlu Dirawat Pascakecelakaan
  19. Bimanesh Bantah Perintahkan Perawat Perban Novanto
  20. KPK Isyaratkan Buka Penyelidikan Pencucian Uang Novanto
  21. Ahli Sebut Dokter tak Perlu Laporkan Pasien Buron
  22. Tak Ada Hal Meringankan dalam Perkara Fredrich
  23. Fredrich Yunadi Hadapi Tuntutan Jaksa Hari Ini
  24. Fredrich Disebut Pernah Minta Pekerjaan ke Penyidik KPK
  25. Ahli: Dokter Bisa Dipidana Jika Bertindak di Luar Standar Profesi
  26. Jaksa Protes Perkataan Fredrich soal Bom
  27. KPK Dalami Kesaksian Keponakan Setnov
  28. KPK Cermati Kesaksian Irvanto soal Aliran Korupsi KTP-el
  29. Setnov Kembali Beberkan Aliran Uang KTP-el
  30. Novanto Sebut Fee KTP-el Dibahas di Ruang Ade Komaruddin