• Card 1 of 30
Nasional

Pelaporan SBY Dinilai Berlebihan

Juven Martua Sitompul    •    10 Februari 2018 13:41

Ketua Bidang Advokasi Partai Gerindra, Habiburokhman. Foto: MI/Adam Dwi Ketua Bidang Advokasi Partai Gerindra, Habiburokhman. Foto: MI/Adam Dwi

Jakarta: Sikap Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang melaporkan kuasa hukum terdakwa korupsi KTP-el Setya Novanto, Firman Wijaya ke Bareskrim dinilai berlebihan. SBY dinilai hanya membuang energi.

"Saya enggak bilang reaktif, tapi apa enggak terlalu berlebihan?" kata Ketua Bidang Advokasi Partai Gerindra, Habiburokhman dalam sebuah diskusi bertajuk 'Catatan Hitam e-KTP' di Jakarta, Sabtu, 10 Februari 2018.
 
Menurutnya, kesaksian Mirwan Amir dalam persidangan perkara korupsi KTP-el tidak akan mempengaruhi elektabilitas SBY di dunia politik.

Baca: SBY Merasa Difitnah Pengacara Novanto
 
"SBY merespon seperti itu apa enggak buang-buang energi. Kita tau kan Partai Demokrat ada perhelatan besar, jadi enggak akan ngaruh track record SBY di Demokrat," ujar dia.
 
Partai Gerindra enggan mencampuri perseteruan SBY dengan tim hukum Novanto. Partainya, kata Habiburokhman, menghormati langkah hukum yang dilakukan SBY.
 
"Kita hormati Pak SBY melaporkan cuma memang ada persoalan Firman dengan SBY setelah SBY melaporkan," katanya.
 
Seperti diketahui, SBY melaporkan kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya ke Bareskrim Polri. SBY menilai pernyataan Firman yang mengaitkan dirinya dalam kasus korupsi KTP elektronik sebagai fitnah.
 
Laporan SBY terhadap Firman Wijaya teregistrasi di nomor LP/187/II/2018/Bareskrim, tanggal 6 Februari 2018. SBY menilai Firman melanggar Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP juncto Pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).