• Card 1 of 30
Nasional

Agun Mengakui Sempat Minta Jabatan ke Novanto

Damar Iradat    •    12 Februari 2018 14:12

Mantan anggota Komisi II DPR Agun Gunandjar/MI/Rommy Pujianto Mantan anggota Komisi II DPR Agun Gunandjar/MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Bekas Anggota Komisi II Agun Gunandjar mengaku sempat meminta jabatan kepada Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto pada periode 2009-2014. Dalam sidang kasus korupsi KTP berbasis elektronik (KTP-el) dengan terdakwa Novanto, Agun mengaku sempat berkeluh kesah lantaran tak pernah dapat jabatan di DPR maupun Golkar.

Padahal, Agun merasa merupakan salah satu kader senior di Partai Beringin. "Selama di partai itu, saya enggak pernah dipakai. Mekanismenya seperti apa saya enggak tahu," ungkap Agun di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta, Senin 12 Februari 2018.

Baca: Agun Gunandjar Jadi Saksi Sidang Novanto

Agun menjelaskan, saat kepemimpinan Akbar Tandjung, ia sempat menjabat wakil ketua fraksi. Peruntungannya berubah ketika Jusuf Kalla menjadi orang nomor satu di Golkar.

Saat itu, lanjut Agun, dia tak memiliki posisi apa pun. Bahkan, saat mendaftar sebagai calon anggota legislatif, ia hanya menempati urutan empat.

Setelah Kalla lengser dan digantikan Aburizal Bakrie, ia menghadap Novanto yang merupakan Ketua Fraksi Golkar. Kepada Novanto, ia meminta jabatan sebagai ketua Komisi Hukum.

"Saya minta tolong ke Pak Nov, 'Pak, Bapak ketua fraksi, saya sangat senior, saya mohon betul jadi ketua di Komisi III. Karena saya berharap jadi pimpinan,'" Agun mengucap kembali kalimatnya kala itu.

Alih-alih mendapat jabatan, Agun malah diposisikan sebagai anggota Komisi II dan sempat menjadi anggota Badan Anggaran. Saat itu, Komisi II diketahui tengah membahas proyek KTP-el bersama Kementerian Dalam Negeri.

Agun mengaku acuh tak acuh terkait proyek senilai Rp5,9 triliun itu. Ia bahkan mengaku tak mengetahui skandal korupsi dari proyek tersebut.

"Jadi, saya memang tidak terlalu berperan. Saya ingin ungkapkan itu," katanya.