setya novanto
30cards

setya novanto

Updated 16 Juli 2018 19:43
  1. Anang Minta Pemblokiran Rerkeningnya Dicabut
  2. Anang Sugiana Siap Bertanggung Jawab untuk Kasus KTP-el
  3. Bimanesh Sutarjo Divonis Tiga Tahun Penjara
  4. Keponakan Novanto segera Diadili
  5. Bimanesh Kecewa dengan RS Medika Permata Hijau
  6. Bimanesh Enggan Disebut Bersekongkol dengan Fredrich
  7. Fredrich: 28 Juni Hari Kematian Advokat
  8. Fredrich Tuding Bimanesh Sutarjo Sudah 'Dibeli' KPK
  9. KPK Bidik Tersangka Baru KTP-el Lewat Keponakan Novanto
  10. Fredrich tak Peduli jika Bimanesh Dituntut Lebih Ringan
  11. Bimanesh: Banyak Pasien Susah Setelah Saya Ditahan
  12. Bimanesh Merasa Diperdaya Fredrich
  13. Bimanesh Sebut Novanto Memang Perlu Dirawat Pascakecelakaan
  14. Bimanesh Bantah Perintahkan Perawat Perban Novanto
  15. KPK Isyaratkan Buka Penyelidikan Pencucian Uang Novanto
  16. Ahli Sebut Dokter tak Perlu Laporkan Pasien Buron
  17. Tak Ada Hal Meringankan dalam Perkara Fredrich
  18. Fredrich Yunadi Hadapi Tuntutan Jaksa Hari Ini
  19. Fredrich Disebut Pernah Minta Pekerjaan ke Penyidik KPK
  20. Ahli: Dokter Bisa Dipidana Jika Bertindak di Luar Standar Profesi
  21. Jaksa Protes Perkataan Fredrich soal Bom
  22. KPK Dalami Kesaksian Keponakan Setnov
  23. KPK Cermati Kesaksian Irvanto soal Aliran Korupsi KTP-el
  24. Setnov Kembali Beberkan Aliran Uang KTP-el
  25. Novanto Sebut Fee KTP-el Dibahas di Ruang Ade Komaruddin
  26. Kasus Bimanesh, Ahli: Dokter Penyakit Dalam Tak Tangani Pasien Kecelakaan
  27. Ahmad Yani Nilai Korupsi Bukan Kejahatan Luar Biasa
  28. Ahli Sebut Dokter Boleh Tangani Pasien Buron
  29. Tak Lazim Dokter Penyakit Dalam Menangani Pasien Kecelakaan
  30. Ahli Sebut Hakim Harus Membuktikan Rekayasa Fredrich
  • Card 5 of 30
Nasional

Bimanesh Kecewa dengan RS Medika Permata Hijau

Damar Iradat    •    06 Juli 2018 11:17

Terdakwa menghalangi penyidikan kasus KTP-el Bimanesh Sutarjo - ANT/Wahyu Putro A. Terdakwa menghalangi penyidikan kasus KTP-el Bimanesh Sutarjo - ANT/Wahyu Putro A.

Jakarta: Dokter Bimanesh Sutarjo mengaku kecewa dengan pihak Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Ia merasa pihak RS Medika tidak bertanggung jawab atas kejadian Setya Novanto yang sempat dirawat pada November 2017. 

Bimanesh menjadi pesakitan di persidangan setelah didakwa bekerja sama dengan mantan pengacara Novanto, Fredrich Yunadi. Namun, menurut dia, pihak RS Medika seharusnya ikut bertanggung jawab atas kejadian tersebut. 

"Saya kecewa dan prihatin atas sikap dan perilaku direksi dan manajemen Rumah Sakit Medika Permata Hijau yang sama sekali tidak mempunyai itikad baik untuk bertanggung jawab atas kejadian ini," ungkap Bimanesh saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018. 

Menurutnya, hal itu menunjukkan adanya persoalan di lingkungan rumah sakit. Bimanesh, masih dalam pleidoinya menyebut, selama 13 tahun bekerja sebagai dokter mitra di RS Medika Permata Hijau, ia telah mengangkat reputasi rumah sakit tersebut. 

(Baca juga: Fredrich Tuding Bimanesh Sutarjo Sudah 'Dibeli' KPK)

Selama menjadi dokter ahli hipertensi, ia mengklaim telah mendirikan dan mengembangkan unit cuci darah yang dari kapasitas pelayanan hanya dua mesin kini menjadi 10 mesin. Menurutnya, mesin cuci darah itu dapat melayani status pasien gagal ginjal Terminal 1A BPJS hingga 750 tindakan dalam sebulan. 
 
Tidak hanya itu, sebagai seorang dokter mitra, kewenangannya di RS Medika Permata Hijau hanya sebatas kewenangan klinis. "Yang berarti saya hanya bisa memeriksa pasien sesuai pedoman standar pelayanan penyakit dalam yang diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia," tutur dia. 

Bimanesh menambahkan, konfrensi pers di RS Medika sehari pasca Novanto mengalami kecelakaan bukan atas inisiatifnya. Bimanesh mengaku, konfrensi pers itu merupakan inisiatif dari pihak manajemen rumah sakit.  

"Konferensi pers yang diselenggarakan pihak manajemen rumah sakit bukanlah atas inisiatif saya. Dalam rapat direksi rumah sakit pada tanggal 17 November 2017 pagi, pihak manajemen menunjuk saya untuk memberikan keterangan tentang Setya Novanto kepada wartawan. Mereka mendesak saya," ungkap Bimanesh.

(Baca juga: Bimanesh Merasa Diperdaya Fredrich)

setya novanto
30cards

setya novanto

Updated 16 Juli 2018 19:43
  1. Anang Minta Pemblokiran Rerkeningnya Dicabut
  2. Anang Sugiana Siap Bertanggung Jawab untuk Kasus KTP-el
  3. Bimanesh Sutarjo Divonis Tiga Tahun Penjara
  4. Keponakan Novanto segera Diadili
  5. Bimanesh Kecewa dengan RS Medika Permata Hijau
  6. Bimanesh Enggan Disebut Bersekongkol dengan Fredrich
  7. Fredrich: 28 Juni Hari Kematian Advokat
  8. Fredrich Tuding Bimanesh Sutarjo Sudah 'Dibeli' KPK
  9. KPK Bidik Tersangka Baru KTP-el Lewat Keponakan Novanto
  10. Fredrich tak Peduli jika Bimanesh Dituntut Lebih Ringan
  11. Bimanesh: Banyak Pasien Susah Setelah Saya Ditahan
  12. Bimanesh Merasa Diperdaya Fredrich
  13. Bimanesh Sebut Novanto Memang Perlu Dirawat Pascakecelakaan
  14. Bimanesh Bantah Perintahkan Perawat Perban Novanto
  15. KPK Isyaratkan Buka Penyelidikan Pencucian Uang Novanto
  16. Ahli Sebut Dokter tak Perlu Laporkan Pasien Buron
  17. Tak Ada Hal Meringankan dalam Perkara Fredrich
  18. Fredrich Yunadi Hadapi Tuntutan Jaksa Hari Ini
  19. Fredrich Disebut Pernah Minta Pekerjaan ke Penyidik KPK
  20. Ahli: Dokter Bisa Dipidana Jika Bertindak di Luar Standar Profesi
  21. Jaksa Protes Perkataan Fredrich soal Bom
  22. KPK Dalami Kesaksian Keponakan Setnov
  23. KPK Cermati Kesaksian Irvanto soal Aliran Korupsi KTP-el
  24. Setnov Kembali Beberkan Aliran Uang KTP-el
  25. Novanto Sebut Fee KTP-el Dibahas di Ruang Ade Komaruddin
  26. Kasus Bimanesh, Ahli: Dokter Penyakit Dalam Tak Tangani Pasien Kecelakaan
  27. Ahmad Yani Nilai Korupsi Bukan Kejahatan Luar Biasa
  28. Ahli Sebut Dokter Boleh Tangani Pasien Buron
  29. Tak Lazim Dokter Penyakit Dalam Menangani Pasien Kecelakaan
  30. Ahli Sebut Hakim Harus Membuktikan Rekayasa Fredrich