• Card 1 of 30
Nasional

PN Jaksel Kabulkan Pencabutan Praperadilan Fredrich

Muhammad Al Hasan    •    12 Februari 2018 16:58

Terdakwa kasus menghalang-halangi perkara - Medcom.id/Arga Sumantri. Terdakwa kasus menghalang-halangi perkara - Medcom.id/Arga Sumantri.

Jakarta: Ratmoho, hakim tunggal praperadilan Fredrich Yunadi mengabulkan permohonan pencabutan perkara nomor 9 dan nomor 11 milik mantan pengacara Setya Novanto itu. Dengan begitu, perkara praperadilan Fredrich selesai. 

"Sidang tadi itu tentang penetapan hakim tentang pencabutan yang diterima," kata Sapriyanto Refa, kuasa hukum Fredrich selepas sidang di PN Jaksel, Senin, 12 Februari 2018. 

Sapriyanto menuturkan upaya pencabutan praperadilan ini sebagai jalan bakal gugurnya status praperadilan Fredrich. Ini lantaran Pengadilan Tipikor sudah menyidangkan pokok perkara Fredrich. 

Pengadilan Tipikor menyidangkan kasus Fredrich pada 8 Februari 2017. "Karena sesuai dengan pasal 82 KUHAP, praperadilan itu kalau perkara pokoknya sudah disidangkan di Pengadilan Tipikor, praperadilan gugur dengan sendirinya. Jadi tanggal 7 sebelum sidang kami sudah yakin bahwa perkara pokok itu akan disidangkan maka kita ajukan ini," jelas Refa.

Sapriyanto menyebut kliennya kini menerima dijadikan tersangka. Namun, tetap tak terima KPK melakukan penyitaan, penangkapan dan penahanan. 

(Baca juga: Skenario Fredrich Yunadi untuk Selamatkan Novanto)

Kini, kata dia, tim kuasa hukum bakal fokus membela Fredrich di Pengadilan Tipikor. "Kami akan konsentrasi ke dakwaan sidang penuntut umum," terang dia. 

Sebelumnya Fredrich Yunadi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan menghalangi dan merintangi penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

Untuk mematahkan status tersangkanya Fredrich mengajukan permohonan sidang praperadilan. Dari putusan hakim pada 5 Februari 2018, sidang praperadilan Fredrich diputuskan untuk ditunda hingga 12 Februari. 

Dalam perjalanannya status Fredrich berubah menjadi terdakwa karena kasusnya sudah terlebih dahulu disidangkan di Tipikor pada 8 Februari 2018.