• Card 1 of 30
Nasional

KPK Sebut Gugatan Praperadilan Fredrich Gugur

Juven Martua Sitompul    •    08 Februari 2018 12:46

Fredrich Yunadi. Foto: MTVN/Arga Sumantri Fredrich Yunadi. Foto: MTVN/Arga Sumantri

Jakarta: Sidang perdana perkara merintangi penyidikan dengan terdakwa Fredrich Yunadi sudah digelar Pengadilan Tipikor Jakarta hari ini. Sidang beragendakan pembacaan dakwaan terhadap Fredrich.
 
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, dengan dibukanya sidang pokok perkara merintangi penyidikan itu, bisa dipastikan gugatan praperadilan Fredrich gugur. Gugurnya praperadilan seorang tersangka setelah pokok perkara disidang diatur dalam KUHAP dan putusan MK.
 
"Ketika persidangan sudah dimulai, ditandai dengan dibukanya persidangan oleh majelis hakim, maka proses praperadilan gugur," kata Febri saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 8 Februari 2018.
 
Menurut Febri, jaksa penuntut umum KPK bakal membeberkan semua fakta perbuatan Fredrich merintangi proses penyidikan kasus KTP-el yang menjerat mantan Ketua DPR RI Setya Novanto. Dia berharap sidang pembacaan dakwaan berjalan lancar.
 
"Kita dengar bersama-sama dakwaannya. Kita akan uraikan semua hal yang relevan dengan dugaan perintangan atau menghalangi penanganan kasus e-KTP ini," ucap Febri.

Baca: Sidang Frederich dan Novanto Digelar Bersamaan
 
Sidang perdana perkara Fredrich masih berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta. Sidang dipimpin Hakim Ketua Zaifuddin Zuhri. Sementara anggota majelis hakimnya, yakni Sigit Herman Binaji, Mahfuddin, dan Duta Baskara. Adapun sebagai panitera, Titi Sansiwi.
 
KPK merampungkan berkas penyidikan Fredrich Yunadi dan melimpahkan ke penuntutan pada Kamis, 1 Februari 2018, atau empat hari sebelum sidang perdana praperadilan Fredrich digelar di PN Jakarta Selatan.
 
Sidang praperadilan perdana Fredrich ditunda lantaran pihak KPK, melalui Biro Hukum, tak menghadiri sidang tersebut. KPK beralasan ingin mematangkan berkas untuk menghadapi gugatan tersebut.
 
Fredrich Yunadi dan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, ditetapkan sebagai tersangka merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek KTP-el yang menjerat Setya Novanto. Keduanya diduga memanipulasi data medis Novanto dan mengatur RS Medika Permata Hijau untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017.
 
Atas perbuatannya, Fredrich dan Bimanesh dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.