• Card 1 of 30
Nasional

Politikus Demokrat Ngutang demi Kembalikan Uang KTP-el

Damar Iradat    •    12 Februari 2018 13:25

Mantan anggota DPR RI Mohammad Jafar Hafsah berjalan memasuki Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto. Mantan anggota DPR RI Mohammad Jafar Hafsah berjalan memasuki Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR Muhammad Jafar Hafsah harus mengutang demi mengembalikan uang panas kasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik. Dia sempat menerima Rp970 juta dari Bendahara Fraksi Demokrat Muhammad Nazaruddin.

“Saya ambil dari tabungan saya, istri, dan pinjam ke anak. Ada Rp200 juta dari anak tertua saya, Rp100 juta dari anak ketiga, dan Rp200 juta dari bank,” kata Jafar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 12 Februari 2018. 

Menurut dia, uang itu diberikan untuk keperluan Fraksi Demokrat di DPR. Namun, sebagian uang itu ia gunakan untuk membeli mobil Toyota Land Cruiser untuk kepentingan pribadinya. 

"Karena saya waktu itu ketua fraksi, jadi saya terima Rp1 miliar dari Nazar yang saat itu bendahara fraksi," ungkap Jafar yang bersaksi untuk terdaksa Setya Novanto.

Baca: Agun Gunanjar Jadi Saksi Sidang Novanto

Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemudian mempertanyakan soal sumber uang yang diberikan Nazaruddin. Jafar mengaku tidak mengetahui asal usul uang yang diberikan oleh terpidana kasus korupsi proyek Hambalang itu. 

Menurut dia, saat itu Nazaruddin tak memberitahu dari mana sumber uang tersebut. Belakangan, ia baru mengetahui uang itu berasal dari proyek KTP-el. Setelah mengetahui sumber uang itu, Jafar kemudian mengembalikan uang itu ke KPK.