• Card 1 of 30
Nasional

Novanto Sebut Munculnya Nama SBY adalah Fakta Persidangan

Damar Iradat    •    12 Februari 2018 16:03

Terdakwa kasus korupsi KETP-el Setya Novanto - MI/Ramdani. Terdakwa kasus korupsi KETP-el Setya Novanto - MI/Ramdani.

Jakarta: Terdakwa Setya Novanto tak ambil pusing soal tudingan Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY sempat menuding penyebutan namanya dalam sidang perkara KTP berbasis elektronik (KTP-el) dengan terdakwa Setya Novanto adalah rekayasa. 

Novanto membantah rekayasa yang disebut SBY. Menurut Novanto, penyebutan nama SBY dalam sidang saat itu merupakan fakta persidangan yang tak dapat dibantah. 

"Ya itu kan semua dalam persidangan. Jadi, memang Mirwan Amir lebih tahu, karena dia waktu itu dari Demokrat," kata Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 12 Februari 2018. 

Dalam persidangan sebelumnya, Mirwan yang dihadirkan jaksa KPK menyebut nama SBY. Mirwan mengaku sempat menyampaikan ke SBY agar proyek KTP-el dihentikan lantaran bermasalah. 

Menurut Mirwan, sarannya tak digubris oleh Ketua Umum Partai Demokrat itu. SBY meminta proyek senilai Rp5,9 triliun itu dilanjutkan karena untuk kepentingan Pilkada serentak. 

Terkait hal itu, kata Novanto, perlu diklarifikasi lebih lanjut ke Mirwan. Ia juga mengaku baru mengetahui persoalan tersebut saat Mirwan bersaksi. 

(Baca juga: SBY Disebut Minta Proyek KTP-el tak Berhenti)

"Saya sendiri baru tahu kemarin ya, cukup kaget juga. Kebenaran-kebenaran itu kita harus klarifikasi kepada Mirwan Amir secara jelas," tutur dia. 

Novanto menegaskan, ia dan tim kuasa hukumnya hanya mencari kebenaran di dalam sidang. Mantan Ketua DPR itu juga membantah soal tudingan permufakatan jahat dengan Mirwan Amir untuk menyeret SBY.    

"Saya kan baru tahu juga di persidangan. Mirwan bicara demikian. Kemudian itu dipertanyakan Pak Firman (Firman Wijaya, pengacara Novanto). Pak Firman ingin klarifikasi kebenarnya. Waktu saya tanya apa Pak Firman sudah tahu masalah itu dijawab belum," beber dia. 

Sebelumnya, SBY melaporkan kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya ke polisi. SBY menilai pernyataan Firman yang mengaitkan dirinya dalam kasus korupsi KTP-el sebagai fitnah. 

Menurut kubu SBY, pernyataan Firman di luar persidangan soal kesaksian mantan politikus Partai Demokrat Mirwan Amir telah menggiring opini. Padahal, kata dia, Mirwan tak berkata demikian di persidangan.

(Baca juga: SBY Merasa Difitnah Pengacara Novanto)