• Card 19 of 30
Nasional

Istilah 'Gajah' Muncul dalam Proyek KTP-el

Damar Iradat    •    12 Februari 2018 17:19

Ilustrasi KTP-el. Antara/Irwansyah Putra Ilustrasi KTP-el. Antara/Irwansyah Putra

Jakarta: Politikus PPP Nu'man Abdul Hakim mengungkap munculnya istilah 'gajah' dalam proyek KTP berbasis elektronik (KTP-el). Nu'man mengungkapkan istilah tersebut digunakan oleh mantan Ketua Komisi II DPR RI Agun Gunandjar untuk menyebut pihak yang berperan penting dalam proyek senilai Rp5,9 triliun itu. 

Hal itu diungkapkan Nu'man saat bersaksi untuk terdakwa Setya Novanto. Nu'man mengaku awalnya mempertanyakan penyelenggara proyek KTP-el yang dinilai tak dikelola secara profesional kepada Agun. 

Pasalnya, mantan anggota Komisi II ini mengaku sudah dua kali mengalami kegagalan saat melakukan proses perekaman. Apalagi, anggaran untuk KTP-el cukup besar, Rp5,9 triliun. 

"Kemudian Pak Agun jawab kemungkinan gajah-gajah, (dia pesan) jangan sampai melibatkan diri dan terlibat," ujar Nu'man di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 12 Februari 2018. 

Ia mengaku tak mempertanyakan istilah 'gajah' yang dimaksud Agun. Ia hanya berasumsi jika istilah tersebut ditujukan ke pihak kementerian. 

(Baca juga: Novanto Catat Nama Penikmat Korupsi KTP-el)

Nu'man tak merinci kementerian mana yang dimaksud. Namun, dalam proyek ini, kementerian berwenang yang mengerjakan proyek ini adalah Kementerian Dalam Negeri. 

"Pak Agun enggak sebutkan, tapi saya tafsirkan kira-kira kementerianlah yang memengaruhi," katanya.

Selain dari Agun, ia menyebut juga pernah mendapat pesan dari mantan Wakil Ketua Komisi II DPR Ganjar Pranowo. Saat itu Ganjar sempat mengingatkan dirinya agar tak menerima apapun terkait proyek KTP-el. 

"Pak Ganjar pernah sampaikan, 'kalau ada yang nawarin apapun dari KTP-el ini, Pak Nu'man jangan mau terima'. Saya bilang, 'oh iya', itu disampaikan sambil jalan aja. Termasuk uang," ucapnya.

(Baca juga: Novanto Akui Mendirikan PT Mondialindo)