• Card 1 of 30
Nasional

Frederich Cabut Gugatan Praperadilan

Faisal Abdalla    •    08 Februari 2018 14:08

Fredrich Yunadi. Foto: Antara/Hafidz Mubarak Fredrich Yunadi. Foto: Antara/Hafidz Mubarak

Jakarta: Terdakwa kasus merintangi penyidikan korupsi KTP berbasis eletronik (KTP-el) Frederich Yunadi mencabut gugatan praperadilan yang dilayangkannya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Frederich menilai KPK tak punya nyali menghadapi gugatannya tersebut.
 
"Sudah saya cabut (praperadilan) kemarin. Karena KPK itu dari dulu mainnya begitu. Memaksakan pokok perkaranya (disidangkan)," ujar Frederich usai menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis 8 Februari 2018.
 
Menenru Frederich, perjuangan dirinya lewat praperadilannya akan percuma karena proses persidangan perkara pokoknya telah berjalan. Ia menuding KPK tak bernyali berhadapan dengan dirinya di meja persidangan praperadilan.

Baca: KPK Sebut Gugatan Praperadilan Fredrich Gugur
 
"KPK itu tidak punya nyali, kalau sudah praperadilan kalah sama saya, terkencing-terkencing. Kalau KPK jagoan, hadapin dong. Buktikan bahwa dia menang," ujar Frederich geram.
 
Fredrich Yunadi dan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, ditetapkan sebagai tersangka merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek KTP-el yang menjerat Setya Novanto. Keduanya diduga memanipulasi data medis Novanto dan mengatur RS Medika Permata Hijau untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017.
 
Atas perbuatannya, Fredrich dan Bimanesh dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.