• Card 11 of 30
Jawa Tengah

Penghuni Lapas Pekalongan Terancam Hukuman Mati

Mustholih    •    17 April 2018 14:19

 Kepala BNN Jateng, Tri Agus Heru Prasetiyo saat gelar perkara. Kepala BNN Jateng, Tri Agus Heru Prasetiyo saat gelar perkara.

Semarang: Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah kembali membongkar kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu yang dikendalikan dari dalam penjara. Kali ini, seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Pekalongan, BD alias Mbochi. Ia diduga menjadi bandar dari peredaran narkoba seberat total 3,2 kilogram di wilayah Jawa Tengah.

Kepala BNN Jawa Tengah, Tri Agus Heru Prasetyo, menuturkan peran Mbochi terungkap setelah anak buahnya menangkap seorang kurir, IM, di Stasiun Semarang Tawang pada pukul 23.30 WIB, 12 April 2018. IM yang bertolak dari Surabaya, Jawa Timur, ditangkap setelah turun dari kereta api di Semarang. 

"Dari tersangka IM disita barang bukti 12 bungkus plastik berisi serbuk putih narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1,2 gram," kata Tri Agus saat gelar perkara, Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 17 April 2018.

Kepada penyidik, IM mengaku diperintah mengambil sabu di Surabaya oleh Mbochi. Selama tiga bulan terakhir, IM sudah tiga kali mengambil sabu di Surabaya dengan mendapat upah dari Mbochi Rp7 juta sekali jalan. 

"Ternyata Mbochi saat ini sedang menjalani hukuman kasus narkotika dengan vonis 5 tahun penjara sejak 2016," ujar Tri Agus.

Dari penangkapan IM di Semarang ini, penyidik BNN Jateng bergerak ke Kebumen, Jawa Tengah, untuk mengembangkan kasus. Pada 21.10 WIB, 15 April 2018, BNN Jateng menangkap TY alis Kotil di halaman parkir Indomaret, di Jalan Slamet Riyadi, Prembun, Kebumen. 
"Setelah digeledah terhadap barang bawaan tersangka, ditemukan dua bungkus serbuk kristal putih sabu seberat masing-masing 1 kilogram. Berat total 2 kilogram," tegas Tri Agus.

Kotil diketahui residivis judi togel dan narkotika. Kotil merupakan kurir yang mengambil narkotika dari Palembang, Sumatera Selatan. 
"Tersangka kembali ke Jateng dengan cara berganti-ganti bus sampai ke Kebumen," ungkap Tri Agus.

Pada 16 April 2018, penyidik BNN Jateng bergerak ke Cilacap. BNN Jateng menggunakan Kotil untuk menangkap seorang penerima sabu seberat 2 kilogram tersebut.

Pada 16.15 WIB, Tri Agus berujar BNN Jateng menangkap AR alias Anto alias Agung. Namun, kata Tri Agus, saat dibawa ke tempat penyimpanan sabu di Cilacap Utara, Agung mengadakan perlawanan kepada petugas. 

"Dilakukan tindakan terukur berupa penembakan setelah tembakan peringatan tiga kali. AR meninggal dunia dan jenazahnya sudah diserahkan kepada keluarganya," ujar Tri Agus.

Saat ini, Mbochi dan kawan-kawan masih menjalani pemeriksaan intensif di BNN Jateng. Ketiga tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

"Ancamannya penjara minimal 5 tahun dan maksimal pidana mati," tegas Tri Agus.