the fed
30cards

the fed

Updated 21 Juni 2018 08:07
  1. Ketua Fed Powell Siap Naikkan Kembali Suku Bunga
  2. Suku Bunga The Fed Maksimal 3,5% dalam Dua Tahun Mendatang
  3. BI Siap Antisipasi Kenaikan FFR Lebih Agresif
  4. Wimboh: BI akan Merespons Kenaikan The Fed Secara Cermat
  5. Kenaikan The Fed Beri Dampak Positif ke Ekspor Indonesia
  6. Dampak Penaikan Suku Bunga The Fed
  7. Waspada Gerak Rupiah dengan Rencana Fed Rate Naik 2 Kali Lagi
  8. Beberapa Perusahaan AS Tunda Investasi Akibat Perang Dagang
  9. Fed Fund Rate Naik 0,25%
  10. Fed Siap Gelar Konferensi Pers Setiap Usai Pertemuan Kebijakan
  11. The Fed Diproyeksikan Naikkan Suku Bunga 2 Kali Lagi
  12. Fed Perkiraan Ekonomi AS Tumbuh 2,8% di 2018
  13. The Fed Naikkan Suku Bunga Keduanya Tahun Ini
  14. BI Tetap Pantau Rapat The Fed Meski Libur Lebaran
  15. Survei Fed: Manufaktur AS Tercatat Meningkat
  16. The Fed Diperkirakan Memperlambat Kenaikan Suku Bunga Acuan
  17. Fed Dinilai Terlalu Mengandalkan Survei Ekonomi di Media Sosial
  18. Fed Masih Melihat 4 Kenaikan Suku Bunga Acuan
  19. The Fed Mempertahankan Suku Bunga Acuan
  20. Pertumbuhan Ekonomi AS Dinilai jadi Titik Lemah The Fed
  21. Deutsche Bank Perkirakan Fed Lebih Agresif Menaikkan Suku Bunga
  22. Penaikan Suku Bunga AS Diyakini 4 Kali di 2018
  23. Goldman Sachs Perkirakan Suku Bunga AS Bisa Naik Signifikan
  24. Ekonom Nilai Tidak Ada Faktor untuk FFR Naik
  25. Tingkat Suku Bunga AS Dinilai Tidak Lagi Merangsang Ekonomi
  26. Kenaikan Suku Bunga Acuan Tidak Boleh Ganggu Ekonomi Global
  27. The Fed Nilai Inflasi AS Bisa Melampui Target 2%
  28. The Fed Tengah Mencari Momentum Pertumbuhan Ekonomi
  29. The Fed Pertahankan Tingkat Suku Bunga Acuan
  30. BI Waspadai Hasil Rapat The Fed Berdampak ke Rupiah
  • Card 23 of 30
Ekonomi

Goldman Sachs Perkirakan Suku Bunga AS Bisa Naik Signifikan

Angga Bratadharma    •    15 Mei 2018 11:05

Ilustrasi (AFP/Chris Hondros) Ilustrasi (AFP/Chris Hondros)

New York: Defisit anggaran dan tingkat pengangguran Amerika Serikat (AS) sedang menuju ke arah yang berlawanan. Kondisi itu sesuatu yang tidak pernah terjadi selama masa damai usai Perang Dunia II dan dapat menyebabkan lonjakan suku bunga acuan secara signifikan.

Mengutip CNBC, Selasa, 15 Mei 2018, Goldman Sachs, misalnya, memperkirakan imbal hasil treasury AS 10 tahun bisa mencapai 3,6 persen pada 2019. Tentu kenaikan imbal hasil ini bisa memberikan efek terhadap pergerakan ekonomi di AS termasuk keputusan the Fed untuk mengubah suku bunga acuan.

Kenaikan defisit juga akan datang karena rentetan stimulus fiskal baru-baru ini yang datang dari Kongres, termasuk pemotongan pajak USD1,5 triliun yang disetujui pada Desember 2017 dan RUU pengeluaran USD1,3 triliun yang bertujuan untuk menjaga pemerintah beroperasi sampai akhir tahun fiskal.

Biasanya pergerakan seperti itu akan datang pada tahap awal pemulihan ekonomi. Meski demikian, ekonomi AS berada di tahun kedelapan dari ekspansi keuangannya usai krisis dan ekspansi tersebut lumayan besar seperti sebelumnya.



Tingkat pengangguran sekarang di posisi 3,9 persen dan terus jatuh, sementara defisit anggaran berada di USD668 miliar pada 2017. Kantor Kongres Anggaran memperkirakan defisit tersebut bisa mencapai USD1 triliun pada 2020. Ekonom Goldman Sachs menilai kondisi tersebut merupakan fenomena ganda yang sangat tidak biasa di AS.

Untuk memenuhi kemampuan membayar peningkatan beban utang, AS harus menerbitkan lebih banyak obligasi pada saat Federal Reserve tidak lagi menjadi pemain di pasar. Semakin banyak pasokan dan semakin sedikit pembeli berarti pemerintah harus membayar lebih banyak ke investor untuk membeli utang AS dan itu akan berarti suku bunga yang lebih tinggi.

Goldman Sachs secara khusus memproyeksikan imbal hasil treasury AS mencapai 3,6 persen pada akhir 2019, naik dari level tiga persen pada perdagangan sekarang ini dan pada titik di mana imbal hasil surat utang AS tersebut bisa mulai menerapkan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Dorongan permintaan yang cukup besar oleh pemotongan pajak dan peningkatan pengeluaran pada saat ekonomi sudah agak di luar pekerjaan penuh adalah keberangkatan yang mencolok dari norma-norma historis yang kemungkinan akan berkontribusi memanaskan ekonomi di tahun ini dan berikutnya," tegas Ekonom Goldman Daan Struyven dan David Mericle.

 

the fed
30cards

the fed

Updated 21 Juni 2018 08:07
  1. Ketua Fed Powell Siap Naikkan Kembali Suku Bunga
  2. Suku Bunga The Fed Maksimal 3,5% dalam Dua Tahun Mendatang
  3. BI Siap Antisipasi Kenaikan FFR Lebih Agresif
  4. Wimboh: BI akan Merespons Kenaikan The Fed Secara Cermat
  5. Kenaikan The Fed Beri Dampak Positif ke Ekspor Indonesia
  6. Dampak Penaikan Suku Bunga The Fed
  7. Waspada Gerak Rupiah dengan Rencana Fed Rate Naik 2 Kali Lagi
  8. Beberapa Perusahaan AS Tunda Investasi Akibat Perang Dagang
  9. Fed Fund Rate Naik 0,25%
  10. Fed Siap Gelar Konferensi Pers Setiap Usai Pertemuan Kebijakan
  11. The Fed Diproyeksikan Naikkan Suku Bunga 2 Kali Lagi
  12. Fed Perkiraan Ekonomi AS Tumbuh 2,8% di 2018
  13. The Fed Naikkan Suku Bunga Keduanya Tahun Ini
  14. BI Tetap Pantau Rapat The Fed Meski Libur Lebaran
  15. Survei Fed: Manufaktur AS Tercatat Meningkat
  16. The Fed Diperkirakan Memperlambat Kenaikan Suku Bunga Acuan
  17. Fed Dinilai Terlalu Mengandalkan Survei Ekonomi di Media Sosial
  18. Fed Masih Melihat 4 Kenaikan Suku Bunga Acuan
  19. The Fed Mempertahankan Suku Bunga Acuan
  20. Pertumbuhan Ekonomi AS Dinilai jadi Titik Lemah The Fed
  21. Deutsche Bank Perkirakan Fed Lebih Agresif Menaikkan Suku Bunga
  22. Penaikan Suku Bunga AS Diyakini 4 Kali di 2018
  23. Goldman Sachs Perkirakan Suku Bunga AS Bisa Naik Signifikan
  24. Ekonom Nilai Tidak Ada Faktor untuk FFR Naik
  25. Tingkat Suku Bunga AS Dinilai Tidak Lagi Merangsang Ekonomi
  26. Kenaikan Suku Bunga Acuan Tidak Boleh Ganggu Ekonomi Global
  27. The Fed Nilai Inflasi AS Bisa Melampui Target 2%
  28. The Fed Tengah Mencari Momentum Pertumbuhan Ekonomi
  29. The Fed Pertahankan Tingkat Suku Bunga Acuan
  30. BI Waspadai Hasil Rapat The Fed Berdampak ke Rupiah