konflik myanmar
30cards

konflik myanmar

Updated 13 November 2018 08:39
  1. Amnesty Internasional Cabut Penghargaan Aung San Suu Kyi
  2. Myanmar: Repatriasi Pengungsi Rohingya Dimulai Kamis
  3. Saudi akan Deportasi Pengungsi Rohingya ke Bangladesh
  4. PBB Minta Bangladesh Batalkan Repatriasi Rohingya
  5. Singapura Dukung Repatriasi Rohingya Segera Dilakukan
  6. Ditahan Myanmar, Dua Jurnalis Reuters Ajukan Banding
  7. Genosida Rohingya di Myanmar Masih Berlangsung
  8. DK PBB Diminta Bahas Laporan Kekerasan Myanmar
  9. PBB Tuduh Myanmar Enggan Investigasi Kasus Rohingya
  10. Suu Kyi Berjanji Transparan soal Rohingya
  11. PBB Sebut Anak-Anak Rohingya Butuh Pendidikan Dasar
  12. India Deportasi Tujuh Rohingya ke Myanmar
  13. Myanmar Dianggap Gagal Sepakati Pemulangan Rohingya
  14. Status Kewarganegaraan Kanada Aung San Suu Kyi Dicabut
  15. Menlu RI Tegaskan Repatriasi Rohingya Harus Segera Terlihat
  16. AS Punya Bukti Kejahatan Militer Myanmar Terhadap Rohingya
  17. Wakil RI di Komisi HAM ASEAN Terus Upayakan Pembahasan Rohingya
  18. Menlu Kanada Sebut Myanmar Harus Diadili karena Genosida
  19. RI Bantah Tudingan Amnesty Tak Setujui Penyelidikan Myanmar
  20. Sekjen PBB Minta Myanmar Bebaskan Dua Wartawan Reuters
  21. PBB Desak Militer Segera Dihapus dari Politik Myanmar
  22. Menlu Inggris Kunjungi Rakhine Utara
  23. Arab Saudi Khawatir atas Rohingya dan Minoritas Lain di Myanmar
  24. Bangladesh akan Relokasi Rohingya ke Pulau Baru
  25. Pengadilan Pidana Internasional Selidiki Kekerasan di Rakhine
  26. PBB: Militer Myanmar Bantai Rohingya Secara Brutal
  27. PBB Akhirnya Diizinkan Beroperasi di Rakhine Myanmar
  28. Thailand Tutup Paksa Diskusi Jurnalis soal Rohingya
  29. 11 Senator AS Minta Myanmar Bebaskan Dua Wartawan Reuters
  30. Bangladesh Minta Myanmar Lunasi Janji Repatriasi Rohingya
  • Card 1 of 30
Internasional

Amnesty Internasional Sebut ARSA Bantai Warga Hindu Rakhine

Sonya Michaella    •    23 Mei 2018 11:21

Warga Hindu Rakhine yang selamat dari pembantaian ARSA. (Foto: Andrew Stanbridge/Amnesty International) Warga Hindu Rakhine yang selamat dari pembantaian ARSA. (Foto: Andrew Stanbridge/Amnesty International)

Rakhine: Amnesty Internasional mengeluarkan bukti baru terkait bentrokan di Rakhine, Myanmar, yang menyebabkan hampir satu juta etnis Rohingya melarikan diri ke perbatasan Bangladesh.

"Bukti yang dikumpulkan di Rakhine menunjukkan adanya pembantaian mengerikan kelompok bersenjata Rohingya terhadap komunitas Hindu di Rakhine," sebut laporan dari Amnesty yang diterima Medcom.id, Rabu 23 Mei 2018.

Setidaknya, 99 warga Hindu Rakhine -- terdiri dari perempuan, laki-laki serta anak-anak -- tewas dan hilang pada Agustus 2017.

Berdasarkan puluhan wawancara yang dilakukan di sana dan di perbatasan di Bangladesh, serta bukti foto yang dianalisis oleh ahli patologi forensik, Amnesty Internasional mengungkapkan bagaimana para militan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) menebarkan ketakutan di antara umat Hindu dan komunitas etnis lainnya dengan melakukan serangan brutal.

"Investigasi terbaru kami di lapangan mengungkapkan pelanggaran HAM oleh ARSA, yang sebagian besar tidak dilaporkan, selama sejarah gelap negara bagian Rakhine belakangan ini," tambah laporan tersebut.

Amnesty Internasional pun meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengirim tim untuk menyelidiki lebih dalam kasus pembantaian tersebut. 
 
"Kekejaman ini sama pentingnya dengan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh pasukan keamanan Myanmar di Rakhine utara," tambah laporan tersebut.

ARSA disebut menyerang komunitas Hindu di Desa Ah Nauk Kha Maung Seik, sekelompok desa yang dikenal sebagai Kha Maung Seik di Kota Maungdaw utara. Pada saat serangan, penduduk desa Hindu tinggal di dekat penduduk desa Rohingya, yang mayoritas Muslim. Penduduk desa Rakhine, yang sebagian besar beragama Buddha, juga tinggal di daerah yang sama.

Serangan berikutnya terjadi pada 26 Agustus 2017, anggota ARSA membunuh enam orang Hindu — dua wanita, seorang pria, dan tiga anak — dan melukai wanita Hindu lainnya di pinggiran kota Maungdaw, dekat desa Myo Thu Gyi.

konflik myanmar
30cards

konflik myanmar

Updated 13 November 2018 08:39
  1. Amnesty Internasional Cabut Penghargaan Aung San Suu Kyi
  2. Myanmar: Repatriasi Pengungsi Rohingya Dimulai Kamis
  3. Saudi akan Deportasi Pengungsi Rohingya ke Bangladesh
  4. PBB Minta Bangladesh Batalkan Repatriasi Rohingya
  5. Singapura Dukung Repatriasi Rohingya Segera Dilakukan
  6. Ditahan Myanmar, Dua Jurnalis Reuters Ajukan Banding
  7. Genosida Rohingya di Myanmar Masih Berlangsung
  8. DK PBB Diminta Bahas Laporan Kekerasan Myanmar
  9. PBB Tuduh Myanmar Enggan Investigasi Kasus Rohingya
  10. Suu Kyi Berjanji Transparan soal Rohingya
  11. PBB Sebut Anak-Anak Rohingya Butuh Pendidikan Dasar
  12. India Deportasi Tujuh Rohingya ke Myanmar
  13. Myanmar Dianggap Gagal Sepakati Pemulangan Rohingya
  14. Status Kewarganegaraan Kanada Aung San Suu Kyi Dicabut
  15. Menlu RI Tegaskan Repatriasi Rohingya Harus Segera Terlihat
  16. AS Punya Bukti Kejahatan Militer Myanmar Terhadap Rohingya
  17. Wakil RI di Komisi HAM ASEAN Terus Upayakan Pembahasan Rohingya
  18. Menlu Kanada Sebut Myanmar Harus Diadili karena Genosida
  19. RI Bantah Tudingan Amnesty Tak Setujui Penyelidikan Myanmar
  20. Sekjen PBB Minta Myanmar Bebaskan Dua Wartawan Reuters
  21. PBB Desak Militer Segera Dihapus dari Politik Myanmar
  22. Menlu Inggris Kunjungi Rakhine Utara
  23. Arab Saudi Khawatir atas Rohingya dan Minoritas Lain di Myanmar
  24. Bangladesh akan Relokasi Rohingya ke Pulau Baru
  25. Pengadilan Pidana Internasional Selidiki Kekerasan di Rakhine
  26. PBB: Militer Myanmar Bantai Rohingya Secara Brutal
  27. PBB Akhirnya Diizinkan Beroperasi di Rakhine Myanmar
  28. Thailand Tutup Paksa Diskusi Jurnalis soal Rohingya
  29. 11 Senator AS Minta Myanmar Bebaskan Dua Wartawan Reuters
  30. Bangladesh Minta Myanmar Lunasi Janji Repatriasi Rohingya