konflik myanmar
30cards

konflik myanmar

Updated 08 Desember 2018 19:08
  1. Banding Dua Wartawan Reuters di Myanmar Digelar Bulan Ini
  2. Bangladesh Sebut Komentar Menag Myanmar Lukai Muslim
  3. Menag Myanmar Sebut Bangladesh Cuci Otak Rohingya
  4. Pidato Perdamaian, Suu Kyi Hindari Topik Rohingya
  5. Coba Masuk Malaysia, 93 Rohingya Dipulangkan ke Myanmar
  6. Din Syamsuddin Nilai Masa Depan Rekonsiliasi Myanmar Positif
  7. Bangladesh Tunda Repatriasi Rohingya Hingga 2019
  8. Myanmar Tahan 106 Rohingya di Lepas Pantai Yangon
  9. PBB: 669 Anak-Anak di Myanmar Dibunuh dalam 14 Bulan
  10. Repatriasi Rohingya Kemungkinan akan Dibatalkan
  11. Konflik Rohingya Berakar dari Masalah Suku dan Ras
  12. Tim Pencari Fakta PBB Masih Dilarang Masuk Rakhine
  13. Mahathir Minta Myanmar Beri Status Warga Negara Rohingya
  14. Jokowi Dorong ASEAN Terlibat Atasi Krisis Rakhine State
  15. Amnesty Internasional Cabut Penghargaan Aung San Suu Kyi
  16. Myanmar: Repatriasi Pengungsi Rohingya Dimulai Kamis
  17. Saudi akan Deportasi Pengungsi Rohingya ke Bangladesh
  18. PBB Minta Bangladesh Batalkan Repatriasi Rohingya
  19. Singapura Dukung Repatriasi Rohingya Segera Dilakukan
  20. Ditahan Myanmar, Dua Jurnalis Reuters Ajukan Banding
  21. Genosida Rohingya di Myanmar Masih Berlangsung
  22. DK PBB Diminta Bahas Laporan Kekerasan Myanmar
  23. PBB Tuduh Myanmar Enggan Investigasi Kasus Rohingya
  24. Suu Kyi Berjanji Transparan soal Rohingya
  25. PBB Sebut Anak-Anak Rohingya Butuh Pendidikan Dasar
  26. India Deportasi Tujuh Rohingya ke Myanmar
  27. Myanmar Dianggap Gagal Sepakati Pemulangan Rohingya
  28. Status Kewarganegaraan Kanada Aung San Suu Kyi Dicabut
  29. Menlu RI Tegaskan Repatriasi Rohingya Harus Segera Terlihat
  30. AS Punya Bukti Kejahatan Militer Myanmar Terhadap Rohingya
  • Card 1 of 30
Internasional

Myanmar Sengsarakan Warga Rohingya di Rakhine

Arpan Rahman    •    09 Februari 2018 13:53

Presiden Joko Widodo bersama para pengungsi etnis Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh (Foto: Kemenlu RI). Presiden Joko Widodo bersama para pengungsi etnis Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh (Foto: Kemenlu RI).

Rakhine: Pihak berwajib di Myanmar dikabarkan telah merampok, menculik, dan secara sengaja membiarkan kelaparan dialami pria, wanita, dan anak-anak Rohingya. Tindakan tersebut merupakan upaya membuat hidup mereka sangat menderita.
 
"Dengan sengsara, mereka akan meninggalkan negara itu," sebut pernyataan Amnesty International.
 
Dalam sebuah pengarahan yang dikeluarkan, pada Rabu 7 Februari, kelompok hak asasi manusia tersebut menuduh bahwa pembersihan etnis terus berlanjut terhadap orang Rohingya. Hampir 690.000 jiwa diantaranya telah meninggalkan Myanmar sejak tentara pemerintah melancarkan tindakan keras di negara bagian Rakhine utara, Agustus lalu.
 
Pasukan keamanan sudah merampok keluarga Rohingya di pos pemeriksaan saat mereka berupaya melarikan diri ke Bangladesh. Termasuk menculik perempuan dan anak gadis dari desa mereka, mendorong orang-orang lain untuk pergi dalam ketakutan, Amnesty melaporkan.
 
Namun, orang Rohingya mengatakan alasan utama mereka terus melarikan diri dari negara tersebut adalah kekurangan makanan.
 
"Kami tidak bisa mendapatkan makanan, itu sebabnya kami melarikan diri," Dildar Begum, 30, seperti dilansir Al Jazeera, Jumat 9 Februari 2018. Ia, yang berasal dari sebuah desa dekat kota Buthidaung di negara bagian Rakhine, mengatakan kepada Amnesty International.
 
Kekurangan pangan sebagian besar disebabkan oleh tindakan pasukan keamanan Myanmar, yang memblokir Rohingya untuk mengakses sawah, pasar, dan bantuan kemanusiaan bagi mereka, kata Amnesty.
 
"Tindakan yang disengaja oleh pemerintah Myanmar, pada dasarnya membuat banyak orang Rohingya kelaparan ketika mencoba bertahan untuk tinggal di desa mereka," kata kelompok tersebut.
 
Amnesty mendasarkan temuannya pada wawancara yang dilakukan di Bangladesh dengan 11 orang Rohingya dan delapan wanita yang meninggalkan rumah mereka pada Desember dan Januari.
 
"Alih-alih meneror penduduk melalui pembunuhan, pemerkosaan, dan pembakaran desa Rohingya yang meluas, pasukan keamanan saat ini menggunakan tindakan yang lebih tenang dan lebih halus buat memeras orang, membuat hidup menjadi tak tertanggungkan, sehingga mereka tidak punya pilihan selain pergi," kelompok pemerhati HAM tersebut melaporkan.

konflik myanmar
30cards

konflik myanmar

Updated 08 Desember 2018 19:08
  1. Banding Dua Wartawan Reuters di Myanmar Digelar Bulan Ini
  2. Bangladesh Sebut Komentar Menag Myanmar Lukai Muslim
  3. Menag Myanmar Sebut Bangladesh Cuci Otak Rohingya
  4. Pidato Perdamaian, Suu Kyi Hindari Topik Rohingya
  5. Coba Masuk Malaysia, 93 Rohingya Dipulangkan ke Myanmar
  6. Din Syamsuddin Nilai Masa Depan Rekonsiliasi Myanmar Positif
  7. Bangladesh Tunda Repatriasi Rohingya Hingga 2019
  8. Myanmar Tahan 106 Rohingya di Lepas Pantai Yangon
  9. PBB: 669 Anak-Anak di Myanmar Dibunuh dalam 14 Bulan
  10. Repatriasi Rohingya Kemungkinan akan Dibatalkan
  11. Konflik Rohingya Berakar dari Masalah Suku dan Ras
  12. Tim Pencari Fakta PBB Masih Dilarang Masuk Rakhine
  13. Mahathir Minta Myanmar Beri Status Warga Negara Rohingya
  14. Jokowi Dorong ASEAN Terlibat Atasi Krisis Rakhine State
  15. Amnesty Internasional Cabut Penghargaan Aung San Suu Kyi
  16. Myanmar: Repatriasi Pengungsi Rohingya Dimulai Kamis
  17. Saudi akan Deportasi Pengungsi Rohingya ke Bangladesh
  18. PBB Minta Bangladesh Batalkan Repatriasi Rohingya
  19. Singapura Dukung Repatriasi Rohingya Segera Dilakukan
  20. Ditahan Myanmar, Dua Jurnalis Reuters Ajukan Banding
  21. Genosida Rohingya di Myanmar Masih Berlangsung
  22. DK PBB Diminta Bahas Laporan Kekerasan Myanmar
  23. PBB Tuduh Myanmar Enggan Investigasi Kasus Rohingya
  24. Suu Kyi Berjanji Transparan soal Rohingya
  25. PBB Sebut Anak-Anak Rohingya Butuh Pendidikan Dasar
  26. India Deportasi Tujuh Rohingya ke Myanmar
  27. Myanmar Dianggap Gagal Sepakati Pemulangan Rohingya
  28. Status Kewarganegaraan Kanada Aung San Suu Kyi Dicabut
  29. Menlu RI Tegaskan Repatriasi Rohingya Harus Segera Terlihat
  30. AS Punya Bukti Kejahatan Militer Myanmar Terhadap Rohingya