konflik myanmar
30cards

konflik myanmar

Updated 13 Juni 2018 10:17
  1. 12 Pengungsi Rohingya Tewas Tertimbun Tanah Longsor
  2. PBB dan Myanmar Sepakati Pemulangan Rohingya
  3. Sejumlah Rohingya Pulang secara Sukarela ke Myanmar
  4. Din Syamsuddin Temui Aung San Su Ki
  5. Amnesty Internasional Sebut ARSA Bantai Warga Hindu Rakhine
  6. Serangan Pemberontak di Myanmar Tewaskan 20 Orang
  7. Bentrokan Militer Myanmar dan Pemberontak Tewaskan 19 Orang
  8. PBB akan Tekan Myanmar Terkait Keselamatan Rohingya
  9. Ribuan Orang Melarikan Diri dari Bentrok di Myanmar Utara
  10. Perwakilan DK PBB Masuk ke Rakhine Selidiki Kasus Rohingya
  11. Perjanjian Repatriasi Rohingya Masih Belum Jelas
  12. Bangladesh Tampik Klaim Myanmar Pulangkan Satu Keluarga Rohingya
  13. Kamp Pengungsi di India Terbakar, Ratusan Rohingya Telantar
  14. Keluarga Pertama Rohingya Direpatriasi ke Myanmar
  15. Myanmar Janji Prioritaskan Repatriasi Rohingya
  16. Bantai Rohingya, Tujuh Prajurit Myanmar Dibui 10 Tahun
  17. Lima Pengungsi Rohingya Diselamatkan Nelayan Indonesia
  18. Filipina Siap Terima Pengungsi Rohingya
  19. Malaysia Cegat Kapal Pengungsi Rohingya
  20. Myanmar Mulai Terbuka pada PBB
  21. Bangladesh Relokasi 100 Ribu Rohingya ke Lokasi Baru
  22. Myanmar Hanya Izinkan 374 Rohingya Masuk Kembali
  23. Penyelidik PBB Salahkan Facebook Sebarkan Kebencian Rohingya
  24. Amnesty: Myanmar Tingkatkan Kekuatan Militer di Rakhine State
  25. Logistik, Kendala ICRC Salurkan Bantuan ke Rohingya
  26. Dianggap tak Becus Urusi Rohingya, Penghargaan Aung San Suu Kyi Dicabut
  27. Bangladesh Pesimistis Rohingya Bisa Pulang ke Myanmar
  28. PBB: Pembersihan Etnis Berlanjut, Rohingya Tidak Bisa Pulang
  29. Diduga Danai Militan Rohingya, Eks Anggota Parlemen Myanmar Ditangkap
  30. Enggan Kembali ke Rakhine, Ratusan Rohingya Melarikan Diri
  • Card 1 of 30
Internasional

KT HAM Sebut Kekerasan Paling Brutal Terjadi di Rakhine

Marcheilla Ariesta    •    05 Februari 2018 12:51

KT HAM PBB Zeid Raad Al Hussein memberikan keterangan di Kemenlu, Jakarta, 5 Februari 2018. (Foto: Marcheilla Ariesta) KT HAM PBB Zeid Raad Al Hussein memberikan keterangan di Kemenlu, Jakarta, 5 Februari 2018. (Foto: Marcheilla Ariesta)

Jakarta: Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Zeid Ra'ad Al Hussein mengatakan krisis kemanusiaan di Rakhine merupakan kekerasan paling brutal terhadap hak asasi manusia (HAM). 

"Kekejaman yang diceritakan para pengungsi, yang separuh dari mereka adalah etnis Rohingya yang tinggal di Rakhine utara, termasuk dalam kategori pembunuhan brutal, penghilangan secara paksa, penahanan sewenang-wenang, dan kekerasan seksual paling mengerikan," ujar Zeid, saat ditemui di Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam Jakarta International Conversation on Human Rights, Jakarta, Senin 5 Februari 2018.

Dia menambahkan, genosida dan pembersihan etnis kemungkinan besar telah terjadi di Rakhine. Zeid menuturkan Myanmar selama ini menolak memberikan kewarganegaraan, status hukum, dan akte kelahiran kepada Rohingya di Rakhine.

"Namun, terlepas dari ketidakadilan di sana dengan dampak regional yang nyata, ekonomi Myanmar tumbuh pesat," ungkapnya.

Pada 2015, pertumbuhan ekonomi naik hingga 7,3 persen dan 6,5 persen pada 2016. "Ini adalah ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara," imbuh dia.

Zeid menuturkan, solusi bagi Pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan krisis ini adalah memusatkan perhatian pada rencana pengembangan sosio-ekonomi di Rakhine.

Baca: Kejahatan terhadap Etnis Rohingya Mengarah ke Genosida

"Myanmar menghadapi krisis serius dengan dampak yang berpotensi parah terhadap keamanan kawasan ini," ucapnya.

Krisis kembali memuncak di Rakhine setelah terjadinya serangan oleh sekelompok militan terhadap sejumlah pos polisi pada Agustus 2017, 

Militer Myanmar membalas dengan operasi brutal di Rakhine. Para pengungsi Rohingya mengklaim prajurit Myanmar membakar rumah, memerkosa dan membunuh banyak orang dalam operasi di Rakhine.

Myanmar membantah melakukan kekejaman terhadap warga sipil di Rakhine, dan menegaskan hanya memburu militan Arakan Rohingya Salvation Army atau ARSA.

Meski saat ini sudah ada rencana repatriasi para pengungsi Rohingya dari Bangladesh, sejumlah pihak khawatir mereka akan mendapat kekerasan serupa, atau bahkan lebih parah dari sebelumnya.

konflik myanmar
30cards

konflik myanmar

Updated 13 Juni 2018 10:17
  1. 12 Pengungsi Rohingya Tewas Tertimbun Tanah Longsor
  2. PBB dan Myanmar Sepakati Pemulangan Rohingya
  3. Sejumlah Rohingya Pulang secara Sukarela ke Myanmar
  4. Din Syamsuddin Temui Aung San Su Ki
  5. Amnesty Internasional Sebut ARSA Bantai Warga Hindu Rakhine
  6. Serangan Pemberontak di Myanmar Tewaskan 20 Orang
  7. Bentrokan Militer Myanmar dan Pemberontak Tewaskan 19 Orang
  8. PBB akan Tekan Myanmar Terkait Keselamatan Rohingya
  9. Ribuan Orang Melarikan Diri dari Bentrok di Myanmar Utara
  10. Perwakilan DK PBB Masuk ke Rakhine Selidiki Kasus Rohingya
  11. Perjanjian Repatriasi Rohingya Masih Belum Jelas
  12. Bangladesh Tampik Klaim Myanmar Pulangkan Satu Keluarga Rohingya
  13. Kamp Pengungsi di India Terbakar, Ratusan Rohingya Telantar
  14. Keluarga Pertama Rohingya Direpatriasi ke Myanmar
  15. Myanmar Janji Prioritaskan Repatriasi Rohingya
  16. Bantai Rohingya, Tujuh Prajurit Myanmar Dibui 10 Tahun
  17. Lima Pengungsi Rohingya Diselamatkan Nelayan Indonesia
  18. Filipina Siap Terima Pengungsi Rohingya
  19. Malaysia Cegat Kapal Pengungsi Rohingya
  20. Myanmar Mulai Terbuka pada PBB
  21. Bangladesh Relokasi 100 Ribu Rohingya ke Lokasi Baru
  22. Myanmar Hanya Izinkan 374 Rohingya Masuk Kembali
  23. Penyelidik PBB Salahkan Facebook Sebarkan Kebencian Rohingya
  24. Amnesty: Myanmar Tingkatkan Kekuatan Militer di Rakhine State
  25. Logistik, Kendala ICRC Salurkan Bantuan ke Rohingya
  26. Dianggap tak Becus Urusi Rohingya, Penghargaan Aung San Suu Kyi Dicabut
  27. Bangladesh Pesimistis Rohingya Bisa Pulang ke Myanmar
  28. PBB: Pembersihan Etnis Berlanjut, Rohingya Tidak Bisa Pulang
  29. Diduga Danai Militan Rohingya, Eks Anggota Parlemen Myanmar Ditangkap
  30. Enggan Kembali ke Rakhine, Ratusan Rohingya Melarikan Diri