konflik myanmar
30cards

konflik myanmar

Updated 19 September 2018 16:26
  1. Arab Saudi Khawatir atas Rohingya dan Minoritas Lain di Myanmar
  2. Bangladesh akan Relokasi Rohingya ke Pulau Baru
  3. Pengadilan Pidana Internasional Selidiki Kekerasan di Rakhine
  4. PBB: Militer Myanmar Bantai Rohingya Secara Brutal
  5. PBB Akhirnya Diizinkan Beroperasi di Rakhine Myanmar
  6. Thailand Tutup Paksa Diskusi Jurnalis soal Rohingya
  7. 11 Senator AS Minta Myanmar Bebaskan Dua Wartawan Reuters
  8. Bangladesh Minta Myanmar Lunasi Janji Repatriasi Rohingya
  9. PBB Minta Kejahatan Kemanusiaan di Myanmar Diselidiki
  10. Dua Jurnalis Reuters Divonis Penjara di Myanmar
  11. Kebebasan Pers Terpukul atas Dipenjaranya Dua Jurnalis di Myanmar
  12. Amnesty: Hukuman Penjara Dua Wartawan di Myanmar Bermotif Politik
  13. PBB Minta Myanmar Bebaskan 2 Wartawan Reuters
  14. Dua Wartawan Reuters Dijatuhi Hukuman 7 Tahun Penjara oleh Myanmar
  15. Warga Rohingya Berharap PBB Menghukum Pelaku Genosida
  16. Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi Tak akan Dicopot
  17. Pengadilan Myanmar Tunda Vonis Dua Wartawan Reuters
  18. PBB Sebut Militer Myanmar Bertanggung Jawab atas Genosida di Rakhine
  19. Parlemen Lima Negara Serukan agar Myanmar Diseret ke ICC
  20. Rohingya Peringati Satu Tahun Operasi Militer Myanmar
  21. Rohingya Khawatir atas Rentetan Pembunuhan di Kamp Bangladesh
  22. Sekelumit Pengakuan Rohingya soal Operasi Militer Myanmar
  23. Myanmar Minta Bangladesh Tak Lagi Bantu Rohingya
  24. Tanah Longsor Tewaskan 5 Anak Rohingya di Cox's Bazar
  25. Myanmar Buka Peluang Akhiri Konflik Bersenjata
  26. Pengadilan Tuntut Wartawan Reuters dengan UU Rahasia Negara
  27. Palang Merah Nilai Myanmar Belum Siap Terima Rohingya
  28. Sekjen PBB Mendengar Banyak Cerita Pilu di Kamp Rohingya
  29. Rohingya Takut Pulang, Kamp Transit Myanmar Sepi
  30. Amnesty: Panglima Militer Myanmar Bersalah atas Kejahatan Kemanusiaan
  • Card 1 of 30
Internasional

Reuters Sebut Dua Jurnalisnya Ditangkap usai Investigasi Rohingya

Willy Haryono    •    10 Februari 2018 11:09

Pengungsi Rohingya melihat ke arah prajurit Myanmar di area antara Myanmar dan Bangladesh di Tumbru, 13 Oktober 2017. (Foto: INDRANIL MUKHERJEE) Pengungsi Rohingya melihat ke arah prajurit Myanmar di area antara Myanmar dan Bangladesh di Tumbru, 13 Oktober 2017. (Foto: INDRANIL MUKHERJEE)

London: Dua jurnalis kantor berita Reuters ditangkap otoritas Myanmar atas investigasi dugaan pembantaian terhadap sepuluh pria Rohingya. Reuters menyebut dua karyawannya itu telah menuliskan sebuah laporan yang mendeskripsikan pembantaian terhadap Rohingya secara detail.

Ini merupakan kali pertama Reuters secara terbuka mengonfirmasi bahwa dua jurnalisnya, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo, telah menginvestigasi dugaan kekerasan terhadap Rohingya. Keduanya telah ditangkap otoritas Myanmar pada 12 Desember di pinggiran kota Yangon.

Dua jurnalis lokal itu kini menghadapi ancaman 14 tahun penjara atas tuduhan memiliki sejumlah dokumen rahasia yang dinilai melanggar aturan Secrets Act Myanmar.

Nasib kedua wartawan itu memicu kekhawatiran global mengenai kebebasan pers di Myanmar, terutama mengenai masalah Rohingya di Rakhine. 

Hampir 70 ribu Rohingya telah melarikan diri dari Rakhine sejak Agustus. Banyak dari mereka menceritakan kekejaman yang dilakukan prajurit Myanmar dan beberapa grup warga lokal terhadap Rohingya. 

Myanmar membantah semua hal tersebut, dan menegaskan hanya melakukan operasi perburuan teroris. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut telah terjadi usaha pembersihan etnis di Rakhine.  

Kamis kemarin, Reuters merilis sebuah laporan yang mendeskripsikan bagaimana prajurit Myanmar serta warga lokal beragama Buddha yang mengeksekusi 10 pria Rohingya di desa Inn Din, Rakhine, pada 2 September 2017. Usai dibunuh, sepuluh pria itu kemudian dilempar ke sebuah kuburan massal. 


Foto satelit di atas desa Inn Din. (Foto: Planet.com/AFP)

"Investigasi Reuters mengenai pembantaian Inn Din yang membuat otoritas Myanmar menangkap dua jurnalis," tulis di sebuah laporan, seperti dikutip AFP.

Laporan dua jurnalis meliputi sejumlah foto korban, yang berlutut di lantai dengan tangan terikat tali sebelum dibunuh. Terdapat pula beberapa foto jasad di kuburan massal.

PBB menyebut detail dari laporan Reuters itu merupakan sesuatu yang sangat "mengkhawatirkan."

"Hal ini semakin memperkuat perlu adanya investigasi menyeluruh oleh otoritas Myanmar mengenai segala kekerasan di Rakhine," ungkap juru bicara PBB Fahan Haq di New York.

 

konflik myanmar
30cards

konflik myanmar

Updated 19 September 2018 16:26
  1. Arab Saudi Khawatir atas Rohingya dan Minoritas Lain di Myanmar
  2. Bangladesh akan Relokasi Rohingya ke Pulau Baru
  3. Pengadilan Pidana Internasional Selidiki Kekerasan di Rakhine
  4. PBB: Militer Myanmar Bantai Rohingya Secara Brutal
  5. PBB Akhirnya Diizinkan Beroperasi di Rakhine Myanmar
  6. Thailand Tutup Paksa Diskusi Jurnalis soal Rohingya
  7. 11 Senator AS Minta Myanmar Bebaskan Dua Wartawan Reuters
  8. Bangladesh Minta Myanmar Lunasi Janji Repatriasi Rohingya
  9. PBB Minta Kejahatan Kemanusiaan di Myanmar Diselidiki
  10. Dua Jurnalis Reuters Divonis Penjara di Myanmar
  11. Kebebasan Pers Terpukul atas Dipenjaranya Dua Jurnalis di Myanmar
  12. Amnesty: Hukuman Penjara Dua Wartawan di Myanmar Bermotif Politik
  13. PBB Minta Myanmar Bebaskan 2 Wartawan Reuters
  14. Dua Wartawan Reuters Dijatuhi Hukuman 7 Tahun Penjara oleh Myanmar
  15. Warga Rohingya Berharap PBB Menghukum Pelaku Genosida
  16. Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi Tak akan Dicopot
  17. Pengadilan Myanmar Tunda Vonis Dua Wartawan Reuters
  18. PBB Sebut Militer Myanmar Bertanggung Jawab atas Genosida di Rakhine
  19. Parlemen Lima Negara Serukan agar Myanmar Diseret ke ICC
  20. Rohingya Peringati Satu Tahun Operasi Militer Myanmar
  21. Rohingya Khawatir atas Rentetan Pembunuhan di Kamp Bangladesh
  22. Sekelumit Pengakuan Rohingya soal Operasi Militer Myanmar
  23. Myanmar Minta Bangladesh Tak Lagi Bantu Rohingya
  24. Tanah Longsor Tewaskan 5 Anak Rohingya di Cox's Bazar
  25. Myanmar Buka Peluang Akhiri Konflik Bersenjata
  26. Pengadilan Tuntut Wartawan Reuters dengan UU Rahasia Negara
  27. Palang Merah Nilai Myanmar Belum Siap Terima Rohingya
  28. Sekjen PBB Mendengar Banyak Cerita Pilu di Kamp Rohingya
  29. Rohingya Takut Pulang, Kamp Transit Myanmar Sepi
  30. Amnesty: Panglima Militer Myanmar Bersalah atas Kejahatan Kemanusiaan