konflik myanmar
30cards

konflik myanmar

Updated 22 September 2018 08:11
  1. Wakil RI di Komisi HAM ASEAN Terus Upayakan Pembahasan Rohingya
  2. Menlu Kanada Sebut Myanmar Harus Diadili karena Genosida
  3. RI Bantah Tudingan Amnesty Tak Setujui Penyelidikan Myanmar
  4. Sekjen PBB Minta Myanmar Bebaskan Dua Wartawan Reuters
  5. PBB Desak Militer Segera Dihapus dari Politik Myanmar
  6. Menlu Inggris Kunjungi Rakhine Utara
  7. Arab Saudi Khawatir atas Rohingya dan Minoritas Lain di Myanmar
  8. Bangladesh akan Relokasi Rohingya ke Pulau Baru
  9. Pengadilan Pidana Internasional Selidiki Kekerasan di Rakhine
  10. PBB: Militer Myanmar Bantai Rohingya Secara Brutal
  11. PBB Akhirnya Diizinkan Beroperasi di Rakhine Myanmar
  12. Thailand Tutup Paksa Diskusi Jurnalis soal Rohingya
  13. 11 Senator AS Minta Myanmar Bebaskan Dua Wartawan Reuters
  14. Bangladesh Minta Myanmar Lunasi Janji Repatriasi Rohingya
  15. PBB Minta Kejahatan Kemanusiaan di Myanmar Diselidiki
  16. Dua Jurnalis Reuters Divonis Penjara di Myanmar
  17. Kebebasan Pers Terpukul atas Dipenjaranya Dua Jurnalis di Myanmar
  18. Amnesty: Hukuman Penjara Dua Wartawan di Myanmar Bermotif Politik
  19. PBB Minta Myanmar Bebaskan 2 Wartawan Reuters
  20. Dua Wartawan Reuters Dijatuhi Hukuman 7 Tahun Penjara oleh Myanmar
  21. Warga Rohingya Berharap PBB Menghukum Pelaku Genosida
  22. Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi Tak akan Dicopot
  23. Pengadilan Myanmar Tunda Vonis Dua Wartawan Reuters
  24. PBB Sebut Militer Myanmar Bertanggung Jawab atas Genosida di Rakhine
  25. Parlemen Lima Negara Serukan agar Myanmar Diseret ke ICC
  26. Rohingya Peringati Satu Tahun Operasi Militer Myanmar
  27. Rohingya Khawatir atas Rentetan Pembunuhan di Kamp Bangladesh
  28. Sekelumit Pengakuan Rohingya soal Operasi Militer Myanmar
  29. Myanmar Minta Bangladesh Tak Lagi Bantu Rohingya
  30. Tanah Longsor Tewaskan 5 Anak Rohingya di Cox's Bazar
  • Card 1 of 30
Internasional

Penyelidik PBB Salahkan Facebook Sebarkan Kebencian Rohingya

Sonya Michaella    •    13 Maret 2018 10:08

Pengungsi Rohingya yang ada di perbatasan Bangladesh. (Foto: AFP) Pengungsi Rohingya yang ada di perbatasan Bangladesh. (Foto: AFP)

New York: Penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuding Facebook sebagai salah satu alat menyebarkan kebencian terhadap krisis komunal Rakhine State dan juga memainkan peran penting dalam adanya dugaan genosida di sana.

Yanghee Lee, seorang penyelidik dari PBB untuk Myanmar, meyakini bahwa Facebook adalah bagian besar dari kehidupan publik, sipil dan swasta serta pemerintah.

"Di Myanmar, semua dilakukan melalui Facebook. Media sosial ini juga membantu Myanmar, namun juga menyebarkan ujaran kebencian," kata Yanghee, dikutip dari Guardian, Selasa 13 Maret 2018.

"Cara menggunakannya adalah menyampaikan kepada publik, dari umat Buddha untuk menghasut kekerasan dan kebencian terhadap Rohingya atau etnis minoritas lainnya," lanjut dia.

Hingga saat ini, pihak Facebook belum menanggapi langsung tudingan tersebut. Kendati demikian, mereka pernah menegaskan bahwa pihaknya berupaya menghapus unggahan terkait ujaran kebencian dan juga melarang akun-akun untuk menyebarkannya.

Sementara itu, Ketua Misi Pencarian Fakta Independen Internasional soal Myanmar, Marzuki Darusman dari Indonesia mengatakan, media sosial telah memainkan 'peran yang menentukan' terkait Myanmar.

"Ujaran kebencian tentu bagian dari itu. Menyangkut situasi di Myanmar, Facebook ada peran di situ," ucap dia.

Sejak Agustus 2017, hampir 700 ribu Muslim Rohingya meninggalkan Rakhine untuk hijrah ke perbatasan Bangladesh karena krisis kemanusiaan yang disebabkan bentrokan dengan militer Myanmar.

Banyak yang telah memberikan kesaksian mengerikan bahwa terjadi pembunuhan dan pemerkosaan Rohingya yang dilakukan oleh pasukan Myanmar.

Namun, pemerintah selalu menyangkal hal tersebut. Mereka berdalih akan memulangkan ratusan ribu Rohingya kembali ke Rakhine untuk hidup tenang. 

konflik myanmar
30cards

konflik myanmar

Updated 22 September 2018 08:11
  1. Wakil RI di Komisi HAM ASEAN Terus Upayakan Pembahasan Rohingya
  2. Menlu Kanada Sebut Myanmar Harus Diadili karena Genosida
  3. RI Bantah Tudingan Amnesty Tak Setujui Penyelidikan Myanmar
  4. Sekjen PBB Minta Myanmar Bebaskan Dua Wartawan Reuters
  5. PBB Desak Militer Segera Dihapus dari Politik Myanmar
  6. Menlu Inggris Kunjungi Rakhine Utara
  7. Arab Saudi Khawatir atas Rohingya dan Minoritas Lain di Myanmar
  8. Bangladesh akan Relokasi Rohingya ke Pulau Baru
  9. Pengadilan Pidana Internasional Selidiki Kekerasan di Rakhine
  10. PBB: Militer Myanmar Bantai Rohingya Secara Brutal
  11. PBB Akhirnya Diizinkan Beroperasi di Rakhine Myanmar
  12. Thailand Tutup Paksa Diskusi Jurnalis soal Rohingya
  13. 11 Senator AS Minta Myanmar Bebaskan Dua Wartawan Reuters
  14. Bangladesh Minta Myanmar Lunasi Janji Repatriasi Rohingya
  15. PBB Minta Kejahatan Kemanusiaan di Myanmar Diselidiki
  16. Dua Jurnalis Reuters Divonis Penjara di Myanmar
  17. Kebebasan Pers Terpukul atas Dipenjaranya Dua Jurnalis di Myanmar
  18. Amnesty: Hukuman Penjara Dua Wartawan di Myanmar Bermotif Politik
  19. PBB Minta Myanmar Bebaskan 2 Wartawan Reuters
  20. Dua Wartawan Reuters Dijatuhi Hukuman 7 Tahun Penjara oleh Myanmar
  21. Warga Rohingya Berharap PBB Menghukum Pelaku Genosida
  22. Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi Tak akan Dicopot
  23. Pengadilan Myanmar Tunda Vonis Dua Wartawan Reuters
  24. PBB Sebut Militer Myanmar Bertanggung Jawab atas Genosida di Rakhine
  25. Parlemen Lima Negara Serukan agar Myanmar Diseret ke ICC
  26. Rohingya Peringati Satu Tahun Operasi Militer Myanmar
  27. Rohingya Khawatir atas Rentetan Pembunuhan di Kamp Bangladesh
  28. Sekelumit Pengakuan Rohingya soal Operasi Militer Myanmar
  29. Myanmar Minta Bangladesh Tak Lagi Bantu Rohingya
  30. Tanah Longsor Tewaskan 5 Anak Rohingya di Cox's Bazar