amerika serikat
30cards

amerika serikat

Updated 18 Desember 2018 12:15
  1. 62 Militan Al-Shabab Tewas Dihantam Serangan AS
  2. Strategi AS Tandingi Tiongkok di Afrika
  3. 17 Warga Suriah Tewas dalam Serangan Koalisi Pimpinan AS
  4. Arab Saudi Marah AS Campur Tangan Kasus Khashoggi
  5. Mendagri AS Mengundurkan Diri
  6. Lonceng Kemerdekaan Dikembalikan AS, Warga Filipina Bersukacita
  7. Putra Indonesia Pimpin Organisasi Pemuda Internasional
  8. Pemerintah AS Desak Perekrutan Militer Transgender Dihentikan
  9. AS Yakin Konflik Yaman akan Berakhir
  10. Ditahan di Perbatasan AS, Anak Imigran Meninggal
  11. Trump Calonkan Menantunya jadi Kepala Staf Presiden
  12. Trump Bantah Mengarahkan Eks Pengacaranya Melanggar Hukum
  13. AS Bersiap Deportasi Imigran Ilegal Asal Kamboja
  14. Trump Kembali Ancam Shutdown Pemerintahan
  15. Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS
  16. Biarawati Gelapkan Dana Sekolah untuk Judi
  17. Comey Ajak Warga AS Bersama-sama Depak Trump di 2020
  18. Calon Kepala Staf Favorit Trump Memilih Mundur
  19. Lebih dari 18 Ribu Imigran Capai Perbatasan AS
  20. Menantu Trump Nasihati Pangeran Saudi Soal Khashoggi
  21. Trump Umumkan Kepala Staf Gedung Putih Mundur
  22. Iran Sebut Sanksi AS 'Terorisme Ekonomi'
  23. Mantan Menlu AS Sebut Trump Sosok Tak Disiplin
  24. Kantor CNN New York Terima Ancaman Bom
  25. Trump Pilih Jubir Kemlu AS jadi Dubes PBB
  26. Klub Golf Trump Diduga Pekerjakan Imigran Gelap
  27. Resolusi Anti-Hamas Buatan AS Tak Didukung di PBB
  28. Pesawat Militer Jatuh, Enam Marinir AS Hilang
  29. Joe Biden Klaim Paling Layak Jadi Presiden AS
  30. Jepang Pertimbangkan Undang Trump Bertemu Kaisar Baru
  • Card 1 of 30
Teknologi

Netralitas Internet AS Resmi Dihapus

Ellavie Ichlasa Amalia    •    15 Desember 2017 11:39

Chairman FCC, Ajit Pai. (AP Photo / Jacquelyn Martin) Chairman FCC, Ajit Pai. (AP Photo / Jacquelyn Martin)

Jakarta: Regulasi netralitas internet di Amerika Serikat resmi dihapus. Pemungutan suara yang dilakukan oleh Komisi Komunikasi Federal (FCC) berakhir 3-2 untuk penghapusan regulasi netralitas internet yang dibuat pada era Obama.

Dengan begitu, pemerintah memberikan kebebasan pada industri telekomunikasi untuk mengatur internet tanpa campur tangan pemerintah. 

Penghapusan netralitas internet menjadi babak terbaru dalam perdebatan tentang bagaimana internet seharusnya diatur.

Debat yang telah berlangsung selama lebih dari 18 tahun itu mempertanyakan apakah regulasi dibutuhkan untuk memastikan perusahaan tidak membatasi konten yang diakses oleh masyarakat, lapor CNET

Di satu sisi, keputusan pemerintahan Obama untuk mengklasifikasikan internet broadband sebagai utilitas umum memastikan FCC bisa membuat regulasi untuk melindungi internet terbuka. Internet terbuka berarti semua konten diperlakukan dengan sama.

Regulasi ini juga berfungsi untuk melindungi kebebasan berbicara. Pandangan ini didukung oleh organisasi perlindungan konsumen dan perusahaan internet seperti Facebook dan Google. 

Di sisi lain, perusahaan internet dan telekomunikasi, seperti AT&T, Comcast dan Verizon, mengatakan bahwa peraturan itu membatasi investasi dan mengganggu inovasi.

Dengan menghapuskan peraturan netralitas internet, FCC memberikan kekuasaannya pada badan federal lain, Komisi Dagang Federal (FTC). 

Chairman FCC, Ajit Pai -- yang memimpin usaha penghapusan regulasi netralitas internet -- berargumen bahwa memperlakukan perusahaan penyedia internet layaknya perusahaan internet -- seperti Google dan Facebook -- akan memaksa mereka untuk mematuhi peraturan dari FTC.

Dengan begitu, FTC akan bisa memastikan internet tetap bebas digunakan dengan menegaskan peraturan anti-trust. 

Namun, tim pro-netralitas internet menganggap, hal ini tidak cukup karena FTC hanya bisa melindungi konsumen setelah kerugian terjadi, dan tidak mencegah kerugian itu sendiri, seperti yang dilakukan oleh regulasi FCC selama ini.


Pendukung netralitas internet melakukan protes di Boston. (Foto: Free Press)

Masyarakat protes akan rencana FCC untuk menghapuskan netralitas internet. Mereka merasa, penghapusan regulasi itu akan membuat perusahaan penyedia internet menjadi terlalu berkuasa atas konten yang bisa diakses oleh masyarakat, seperti layanan atau situs yang mereka akses. 

Karena itulah jaksa penuntut umum di 19 negara bagian, termasuk Jaksa Penuntut Umum New York, Eric Schneiderman, Komisioner FCC Jessica Rosenworcecl dan 28 senator AS meminta FCC untuk menunda pemungutan suara terkait penghapusan netralitas internet.

Namun, FCC tak mengindahkan saran itu dan tetap melakukan voting itu pada tanggal 14 Desember waktu setempat. 

Para penyedia internet berusaha untuk meyakinkan masyarakat bahwa mereka tidak akan mengacaukan bagaimana masyarakat mengakses internet. Michael Powell, mantan Chairman FCC yang kini memimpin grup dagang industri penyedia internet mengatakan bahwa para ISP tidak memiliki insentif untuk memblokir atau memperlambat akses internet karena hal itu hanya akan merusak bisnis mereka sendiri. Dia mencoba meyakinkan masyarakat bahwa pengalaman berselancar internet tidak akan berubah. 

amerika serikat
30cards

amerika serikat

Updated 18 Desember 2018 12:15
  1. 62 Militan Al-Shabab Tewas Dihantam Serangan AS
  2. Strategi AS Tandingi Tiongkok di Afrika
  3. 17 Warga Suriah Tewas dalam Serangan Koalisi Pimpinan AS
  4. Arab Saudi Marah AS Campur Tangan Kasus Khashoggi
  5. Mendagri AS Mengundurkan Diri
  6. Lonceng Kemerdekaan Dikembalikan AS, Warga Filipina Bersukacita
  7. Putra Indonesia Pimpin Organisasi Pemuda Internasional
  8. Pemerintah AS Desak Perekrutan Militer Transgender Dihentikan
  9. AS Yakin Konflik Yaman akan Berakhir
  10. Ditahan di Perbatasan AS, Anak Imigran Meninggal
  11. Trump Calonkan Menantunya jadi Kepala Staf Presiden
  12. Trump Bantah Mengarahkan Eks Pengacaranya Melanggar Hukum
  13. AS Bersiap Deportasi Imigran Ilegal Asal Kamboja
  14. Trump Kembali Ancam Shutdown Pemerintahan
  15. Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS
  16. Biarawati Gelapkan Dana Sekolah untuk Judi
  17. Comey Ajak Warga AS Bersama-sama Depak Trump di 2020
  18. Calon Kepala Staf Favorit Trump Memilih Mundur
  19. Lebih dari 18 Ribu Imigran Capai Perbatasan AS
  20. Menantu Trump Nasihati Pangeran Saudi Soal Khashoggi
  21. Trump Umumkan Kepala Staf Gedung Putih Mundur
  22. Iran Sebut Sanksi AS 'Terorisme Ekonomi'
  23. Mantan Menlu AS Sebut Trump Sosok Tak Disiplin
  24. Kantor CNN New York Terima Ancaman Bom
  25. Trump Pilih Jubir Kemlu AS jadi Dubes PBB
  26. Klub Golf Trump Diduga Pekerjakan Imigran Gelap
  27. Resolusi Anti-Hamas Buatan AS Tak Didukung di PBB
  28. Pesawat Militer Jatuh, Enam Marinir AS Hilang
  29. Joe Biden Klaim Paling Layak Jadi Presiden AS
  30. Jepang Pertimbangkan Undang Trump Bertemu Kaisar Baru