• Card 28 of 30
Nasional

Skybridge Bakal Dilengkapi Toilet

Nur Azizah    •    14 November 2018 16:17

Dirut PD Pembangunan Sarana Jaya Yorry C Pinontoan - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar Dirut PD Pembangunan Sarana Jaya Yorry C Pinontoan - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar

Jakarta: PT KAI sempat mempermasalahkan fasilitas jembatan multiguna atau skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pasal, jembatan tersebut tidak dilengkapi dengan fasilitas sosial dan fasilitas umum. 

PD Pembangunan Sarana Jaya selaku pelaksana proyek menyebut bakal melengkapi hal itu, salah satunya toilet. 

"Oh, iya ini akan kita bahas terus. Nanti kita lihat dan sesuaikan di lapangan," kata Dirut PD Pembangunan Sarana Jaya Yorry C Pinontoan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, 14 November 2018.

Namun, pembangunan toilet tidak bisa terburu-buru. Pasalnya, permintaan toilet baru diajukan oleh PT KAI beberapa hari lalu.

"Belum dikerjakan, kan kemarin permintaan baru. Nanti toiletnya ada di sebelah utara di bawah skybridge dekat Halte Jak Lingko," terang dia.

Rencananya, PD Sarana Jaya akan membangun sekitar empat toilet. Yorry memastikan proyek pembangunan skybridge selesai pada 23 November 2018. Saat ini, pembangunan sudah mencapai 97 persen. 

(Baca juga: PT KAI Sebut Skybridge Tak Memenuhi Syarat)

Senior Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Edy Kuswoyo mengaku pihaknya sudah bertemu Pemprov DKI pada Rabu, 7 November 2018. Pertemuan diikuti wakil wali kota Jakarta Pusat, camat Tanah Abang, sekretaris daerah DKI, PD Sarana Jaya, dan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Edy mengungkapkan rapat menghasilkan kesepakatan antara dua pihak. Pemprov DKI akan menyesuaikan kebutuhan penumpang atas fasilitas sosial, fasilitas umum, dan akses. 

"Agar tidak membebani fasilitas fasos, dan fasum yang ada di stasiun," kata dia.

Dia menyebut sirkulasi penumpang di Stasiun Tanah Abang mencapai 130 ribu penumpang per hari. Dengan beban setinggi itu, kelancaran dalam integrasi skybridge dan stasiun diperlukan. 
Pihaknya tak ingin kehadiran jembatan multiguna malah menambah beban.

"Sehingga dalam proses integrasi perlu dipertimbangkan, kebutuhan-kebutuhan yang timbul akibat dari konektivitas kedua fungsi tersebut," jelas Edy.

(Baca juga: Ombudsman Sebut Anies Kerepotan Urus Skybridge)