• Card 1 of 30
Nasional

Lima Masalah Skybridge Tanah Abang

Nur Azizah    •    13 November 2018 12:38

Proyek pembangunan jembatan multiguna atau skybridge Tanah Abang di Jakarta. Foto: MI/Bary Fathahilah Proyek pembangunan jembatan multiguna atau skybridge Tanah Abang di Jakarta. Foto: MI/Bary Fathahilah

Jakarta: Ombudsman DKI Jakarta menemukan lima masalah terkait jembatan penyeberangan multiguna atau skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat. Masalah itu muncul lantaran komunikasi PT KAI dan PD Pembangunan Sarana Jaya berjalan alot.

Lima masalah itu antara lain soal aset, arus penumpang, sarana dan prasarana pendukung, pintu masuk, serta sistem keamanan. Ombudsman telah memanggil PT KAI dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk membereskan masalah itu.

"Belum ada kecocokan di antara kedua belah pihak. Jadi, kami panggil PT KAI itu minggu kemarin dan kemudian Pemprov satu hari setelahnya. Dari situ terbongkar apa saja yang belum ada kesepakatan," kata Ketua Ombudsman DKI Jakarta Teguh Nugroho saat dihubungi, di Jakarta, Selasa, 13 November 2018.

Menurut dia, masalah yang belum selesai antara PT KAI dan Pemprov DKI ihwal sarana dan prasarana. PT KAI menaksir skybridge akan menampung ribuan orang.

PT KAI mencatat ada 446 kios, yang satu kiosnya dijaga oleh dua orang, di atas fasilitas itu. Jumlah pedagang sendiri sudah sekitar 880 orang.

"Karena banyak, mereka enggak bisa memakai fasilitas toilet dan segala macam dari PT KAI dari Stasiun Tanah Abang. Mereka minta supaya PT Pembangunan Sarana menyiapkan toilet," terang dia.

Baca: Prasetyo: Tanah Abang Kembali Kumuh

Teguh berencana mempertemukan PT KAI dan Pemprov DKI kembali pekan ini. Keduanya diminta memaparkan terkait kesepakatan-kesepakatan pada lima masalah tersebut.

"Nanti juga Dishub (Dinas Perhubungan) dan Pemprov harus menyelesaikan terkait flow penumpang di stasiun. Terus dari pembangunan bertemu dengan tim dari PT KAI yang membahas sarana prasarana, gate, dan aset," kata dia.

Hingga kini, pembangunan skybridge belum juga rampung. Seharusnya, jembatan tersebut selesai akhir Oktober 2018.