tanah abang
30cards

tanah abang

Updated 12 Januari 2018 07:48
  1. Pemprov DKI akan Sewa Lahan untuk Pedagang Blok G
  2. Sopir Angkot Tanah Abang Sulit Move On
  3. Sandi Buat Sayembara Masterplan Penataan Tanah Abang
  4. Rencana 'Menyulap' Tanah Abang
  5. Pemprov DKI Bergeming dengan Masukan Dirlantas
  6. Kemacetan Tanah Abang Diklaim Menurun 46 Persen
  7. Trotoar Tanah Abang tak Ramah Difabel
  8. Susahnya Mencari Lahan Lulung di Tanah Abang
  9. Rekayasa Jalan di Tanah Abang Akan Terus Dievaluasi
  10. Penutupan Jalan di Tanah Abang Disebut Atasi Kemacetan
  11. Dirlantas: Penataan PKL di Jalan Langgar Aturan
  12. Tanah Abang Dinilai Bisa seperti Portobello Market di London
  13. Pembangunan Blok G Disesuaikan dengan Jumlah PKL
  14. Alasan PD Pasar Jaya Simpan PKL di Badan Jalan
  15. Ditlantas Pertimbangkan Opsi Pemindahan PKL ke Blok G
  16. Dirlantas Polda Metro akan Surati Anies terkait Penataan Tanah Abang
  17. Menhub Minta Jalan Jatibaru Dibuka
  18. Kadishub Sebut BPTJ Tahu Penutupan Jalan Jati Baru
  19. Awal 2018, PKL Tanah Abang Keluhkan Sepi Pembeli
  20. Organda Minta Penutupan Jalan Jati Baru tak Rugikan Angkot
  21. BPTJ Kaget Jalan di Tanah Abang Ditutup
  22. Menata PKL Tanah Abang: Rekayasa Lalu Lintas, Diskresi, atau Transisi
  23. BPTJ dan Dishub akan Bertemu Bahas Kondisi Tanah Abang
  24. Libur Tahun Baru, Omzet Pedagang di Tanah Abang Turun Drastis
  25. Penumpang Bus Tanah Abang Explorer Meningkat
  26. Polisi Segera Kasih Hasil Kajian Terkait Tanah Abang
  27. Pembeli di Tenda PKL Semakin Ramai
  28. Omzet Pedagang di Tanah Abang Merosot
  29. Pemprov DKI Siagakan PPSU di Tanah Abang
  30. Kapolda Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Penataan Tanah Abang
  • Card 22 of 30
Nasional

Menata PKL Tanah Abang: Rekayasa Lalu Lintas, Diskresi, atau Transisi

02 Januari 2018 12:04

Penataan PKL Tanah Abang menutup satu ruas jalan di Jalan Jati Baru Raya, Jakarta Pusat, tepatnya di depan Stasiun Tanah Abang. (Foto: MI/Adam Dwi) Penataan PKL Tanah Abang menutup satu ruas jalan di Jalan Jati Baru Raya, Jakarta Pusat, tepatnya di depan Stasiun Tanah Abang. (Foto: MI/Adam Dwi)

Jakarta: Wakil Ketua Ombudsman RI Adrianus Meliala mengaku pihaknya sama sekali tak menduga bahwa penataan pedagang kaki lima (PKL) di Tanah Abang, Jakarta Pusat, adalah dengan memindahkan PKL dari trotoar ke jalan raya bukan ke blok-blok yang sudah disediakan.

Ia mengira setelah merotasi Satpol PP, Pemprov akan mengembalikan PKL ke blok-blok yang sudah ada sehingga pedestrian kembali difungsikan untuk pejalan kaki dan kondisi Tanah Abang kembali teratur.

"Ternyata tidak. Satpol PP dibenahi tapi diteruskan dengan PKL diberikan tempat (di jalan raya), ini luar biasa sebagai strategi yang out of the box," kata Adrianus, dalam Metro Siang, Senin 1 Januari 2018.

Adrianus mengatakan jika memang langkah pemprov menata PKL Tanah Abang adalah suatu kebijakan, pihaknya menghargai. Tetapi jangan lupa bahwa Ombudsman pun memiliki niat baik memberi masukan agar Pemprov DKI menata sesuai dengan mekanisme yang benar.

"Kami mengkritisi sejauh mana hal ini benar karena ternyata ada beberapa Undang-undang dan Perda yang dilanggar," katanya.

Meski Pemprov berkilah bahwa penataan PKL Tanah Abang merupakan rekayasa lalu lintas hingga menganggap bahwa kebijakan tersebut adalah bagian dari diskresi dan upaya transisi, Adrianus meragukannya.

Ia mempertanyakan betulkah Pemprov merekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan di wilayah tersebut? Adrianus justru mendapatkan jawaban dari Ditlantas Polda Metro Jaya bahwa penataan PKL bukanlah rekayasa lalu lintas.

Pun tentang anggapan bahwa penataan PKL Tanah Abang merupakan diskresi, Adrianus menganggapnya tak tepat. Sebab ada dua atau lebih Undang-undang sekaligus Perda yang dilangar yang menjadikan alasan diskresi tak masuk akal.

"Begitu pula kalau bicara transisi. Transisinya sampai kapan karena kalau memang transisi mengapa menempuh cara ini," ungkap Adri.

Adrianus menilai bukan tidak mungki kebijakan yang diambil Pemprov DKI akan memicu PKL di tempat lain untuk menuntut hal yang sama. Belum lagi jika dikaitkan dengan kerumitan yang terjadi di Tanah Abang ketika momen-momen tertentu.

"Misalnya, kebijakan ini dilakukan saat ekonomi sedang turun, jelan tahun baru. Maksimal pada 5 Januari perekonomian akan naik lagi, bayangkan bagaimana ribetnya di sana. Begitu pula mendekati puasa, Tanah Abang akan luar biasa ribet, ini yang kami kritisi," jelasnya.

tanah abang
30cards

tanah abang

Updated 12 Januari 2018 07:48
  1. Pemprov DKI akan Sewa Lahan untuk Pedagang Blok G
  2. Sopir Angkot Tanah Abang Sulit Move On
  3. Sandi Buat Sayembara Masterplan Penataan Tanah Abang
  4. Rencana 'Menyulap' Tanah Abang
  5. Pemprov DKI Bergeming dengan Masukan Dirlantas
  6. Kemacetan Tanah Abang Diklaim Menurun 46 Persen
  7. Trotoar Tanah Abang tak Ramah Difabel
  8. Susahnya Mencari Lahan Lulung di Tanah Abang
  9. Rekayasa Jalan di Tanah Abang Akan Terus Dievaluasi
  10. Penutupan Jalan di Tanah Abang Disebut Atasi Kemacetan
  11. Dirlantas: Penataan PKL di Jalan Langgar Aturan
  12. Tanah Abang Dinilai Bisa seperti Portobello Market di London
  13. Pembangunan Blok G Disesuaikan dengan Jumlah PKL
  14. Alasan PD Pasar Jaya Simpan PKL di Badan Jalan
  15. Ditlantas Pertimbangkan Opsi Pemindahan PKL ke Blok G
  16. Dirlantas Polda Metro akan Surati Anies terkait Penataan Tanah Abang
  17. Menhub Minta Jalan Jatibaru Dibuka
  18. Kadishub Sebut BPTJ Tahu Penutupan Jalan Jati Baru
  19. Awal 2018, PKL Tanah Abang Keluhkan Sepi Pembeli
  20. Organda Minta Penutupan Jalan Jati Baru tak Rugikan Angkot
  21. BPTJ Kaget Jalan di Tanah Abang Ditutup
  22. Menata PKL Tanah Abang: Rekayasa Lalu Lintas, Diskresi, atau Transisi
  23. BPTJ dan Dishub akan Bertemu Bahas Kondisi Tanah Abang
  24. Libur Tahun Baru, Omzet Pedagang di Tanah Abang Turun Drastis
  25. Penumpang Bus Tanah Abang Explorer Meningkat
  26. Polisi Segera Kasih Hasil Kajian Terkait Tanah Abang
  27. Pembeli di Tenda PKL Semakin Ramai
  28. Omzet Pedagang di Tanah Abang Merosot
  29. Pemprov DKI Siagakan PPSU di Tanah Abang
  30. Kapolda Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Penataan Tanah Abang