• Card 1 of 30
Nasional

Sopir Angkot Tanah Abang Sulit Move On

M Sholahadhin Azhar    •    09 Januari 2018 09:30

Sopir angkot menunggu penumpang di Flyover Tanah Abang. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar. Sopir angkot menunggu penumpang di Flyover Tanah Abang. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Jakarta: Sopir angkutan kota (angkot) masih enggan untuk pindah dari sekitar Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Penutupan Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, tak banyak membuat mereka bergeser untuk menunggu penumpang.  

"Di situ pusatnya penumpang. Kalau begini ya kita palingan nunggu di bawah Flyover (Tanah Abang) saja, tetapi juga diusir-usirin" kata Sidi, sopir angkot M.08 jurusan Tanah Abang-Kota, kepada Medcom.id di lokasi, Selasa, 9 Januari 2018.

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menutup Jalan Jatibaru Raya dari pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB untuk lapak pedagang kaki lima (PKL). Hanya bus Tanah Abang Explorer yang bisa mengakses jalan itu. Sidi pun tak rela sumber penghasilannya tergerus gara-gara kebijakan ini.

"Harusnya kalau ada rekayasa ya mikirin nasib kita juga. Kalau begini kita yang buntung," imbuh dia.

Munawar, sopir lain, ikut mengkritik kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurut dia, kebijakan ini harus dipertimbangkan ulang. Durasi penutupan jalan selama 8 jam menggerus omzet sopir angkot.

"Kita cuman dapat waktu orang pulang kerja saja. Padahal dulu pulang pergi penumpang dari Stasiun Jatibaru bisa diambil semua," kata dia.

Baca: Sandi Buat Sayembara Masterplan Penataan Tanah Abang

Rekayasa lalu lintas juga dianggap menimbulkan kemacetan di Jalan Jatibaru Raya menuju jalan protokol. Banyak sopir angkot yang memaksa menunggu penumpang di sepanjang jalan di samping flyover, kendati petugas Dishub berulang kali menegur.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra mengatakan rekayasa lalu lintas di Jalan Jatibaru Raya tidak sesuai. Hal itu mengganggu lalu lintas karena kawasan tersebut adalah jalur sibuk. 
 
"Bagi saya, kalau di situ banyak kendaraan, kenapa dijadikan tempat pedagang kaki lima. Saya sih enggak bisa kalau mengganggu lalu lintas," kata Halim.