• Card 1 of 30
Nasional

Anies Janjikan Skybridge Rampung 23 November

Media Indonesia, Nur Azizah    •    14 November 2018 12:44

Skybridge Tanah Abang. Foto: Medcom.id/Dian Ihsan Siregar Skybridge Tanah Abang. Foto: Medcom.id/Dian Ihsan Siregar

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan jembatan penyeberangan multiguna atau skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat, rampung pada 23 November mendatang. Ia memastikan itu setelah mendapat laporan dari kontraktor.

"Jadi kita lihat nanti, itu laporan (kontraktor) tadi malam. Kan saya bilang, akan saya cek update-nya," kata Anies, seperti dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 14 November 2018.

Anies menyebut pengerjaan skybridge sudah mencapai 96 persen. Sisanya tinggal menyelesaikan halte non-TJ, tanaman rambat, dan tambahan pekerjaan kecil di kanan dan kiri lokasi kontruksi.

Anies mengakui adanya sejumlah kesepakatan yang segera dituntaskan antara Pemprov DKI dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Namun, proses itu tidak menjadi kendala dan masalah.

"Enggak. Hal-hal yang memang masih dibicarakan, biar dibicarakan antarpihak. Tidak dibicarakan lewat komunikasi publik. Memang masih ada yang dibicarakan. Ya, sama aja. Dalam banyak urusan selalu ada agenda yang belum selesai. Tapi itu biar jadi bagian dalam proses normalnya," kata dia.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saling mengklaim tanah seluas 18 meter yang digunakan untuk pembangunan skybridge. PT KAI menyebut lahan itu milik mereka sesuai Undang-Undang Perkeretaapian.

Baca: PT KAI Sebut Skybridge Tak Memenuhi Syarat

PT KAI menuntut Pemprov DKI membayar sewa karena membangun di atas aset PT KAI. Permasalahan aset ini kemudian dilaporkan ke Ombudsman DKI Jakarta.

"PT KAI mengatakan mengggunakan UU Perkeretaapian yang lama sementara Pemprov DKI memakai peraturan perundangan yang baru. Maka ketika itu sudah tidak lagi diklaim salah satu pihak, maka itu menjadi aset negara," kata Ketua Ombudsman DKI Jakarta, Teguh Nugroho, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, kemarin.

Untuk memecahkan masalah tersebut, Teguh berencana mempertemukan Pemprov DKI dan PT KAI. Ia ingin masalah aset tersebut selesai dengan cepat.

"Tapi memang untuk masalah ini tidak bisa satu dua hari. Ini masalah jangka panjang. Tapi pada prinsipnya, mereka sepakat mendukung program skybridge," kata Teguh.