• Card 1 of 30
Nasional

Pembangunan Skybridge Dibagi 2 Shift

M Sholahadhin Azhar    •    03 Agustus 2018 12:35

 Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory Pinontoan/Medcom.id/Adin Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory Pinontoan/Medcom.id/Adin

Jakarta: Pembangunan skybridge Tanah Abang dilakukan 2 shift. PD Pembangunan Jaya bakal memulai penggalian untuk tiang pancang yang dilaksanakan pekan depan.

"Shift pertama itu mulai jam 4 pagi sampai jam 19 malam," kata Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory Pinontoan di Jatibaru, Jakarta Pusat, Jumat, 3 Agustus 2018.

Shift pertama, kata dia, tak akan menutup jalur untuk Transjakarta Explorer. Pengkondisian hanya dilakukan untuk para pedagang kaki lima (PKL) Jatibaru.

Jalur sepanjang 400 meter untuk pembangunan skybridge akan dibagi menjadi empat zona yakni zona A, B, C dan D. Zona A, kata Yoory, berada di sekitar Pasar Blok G Tanah Abang.

"Yang kita akan tutup sebelah sana saja (sisi pedagang), tapi per zona, per 100 meter tadi," beber dia.

Pedagang akan dipindah ke zona lain. Mereka yang berdagang di zona A akan digeser ke zona lain bila kawasan itu kebagian pengerjaan bangunan. Pemindahan serupa juga dilakukan bila pembangunan dilakukan di tiga zona lainnya.

"Kita lihat ini enggak terlalu padat, jadi pada saat zona A (dekat Blok G) kita pakai untuk pengerjaan, pedagang kita pindahkan ke zona B,C, dan D," katanya.

Baca: Pembangunan Skybridge Dijamin tak Ganggu KRL

Sedangkan shift dua dimulai sejak pukul 19.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Semua ruas, baik tempat pedagang maupun jalur Transjakarta Eksplorer ditutup total. Pada shift dua, kontraktor akan memasang dan mengangkut material.

"Untuk pemasangan material dan pengangkutan material yang kita lakukan di malam hari, supaya tak mengganggu lalu lintas," tegas Yorry.

Ia menargetkan pembangunan tiap zona selesai dalam sepuluh hari. Total pengerjaan akan memakan waktu 2,5 bulan. Skybridge bakal bisa digunakan pada 15 Oktober 2018.

Yorry juga menyebut akan ada 8-9 tiang pancang penyangga di tiap 100 meter area pembangunan. Jarak antara tiang pancang satu dan lainnya sekitar 7,5 meter. Ia memastikan pengerjaan tak akan mengganggu aktivitas di sekitar Jatibaru.

"Ini untuk shift pagi, mereka (pejalan kaki) enggak terganggu. Karena kan trotoar masih bisa dipakai, jalan juga dibuka," ujar dia.