• Card 1 of 30
Nasional

Alasan PD Pasar Jaya Simpan PKL di Badan Jalan

Fiona Yosefina    •    03 Januari 2018 21:04

 Suasana penataan PKL di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: MI/Rommy Pujianto Suasana penataan PKL di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: MI/Rommy Pujianto

Jakarta: PD Pasar Jaya memiliki alasan khusus mengapa harus menempatkan pedagang kaki lima (PKL) di badan Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Selain untuk mendata, kelak PKL itu menjadi calon kuat penghuni Blok G Pasar Tanah Abang yang akan direvitalisasi.

"Dibikin (berjualan) di tengah jalan seperti ini supaya kami tahu atau bisa mendeteksi berapa jumlah sebenarnya PKL (di Tanah Abang)," kata Direktur PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin, kepada Medcom.id, Rabu, 3 Januari 2018.

Penempatan PKL yang bukan di tempat seharusnya itu, lanjut dia, juga karena ingin menguji seberapa banyak PKL yang berdagang di Tanah Abang.

Dengan mengetahui angka pasti PKL, Pemprov DKI bisa mengunci jumlah pedagang yang bakal menghuni Blok G. "Jangan sampai angkanya berubah-ubah," ujar dia.

Arief mengakui jika ide menempatkan PKL di badan jalan merupakan ide di luar kotak atau out of the box. "Karena memang (Pemprov DKI) tak punya lahan lagi," ujar dia.

Baca juga: Menhub Minta Jalan Jatibaru Dibuka

Penempatan PKL di badan jalan, lanjut dia, juga bisa menjadi wisata tersendiri bagi penumpang kereta commuter line.

"Pedagang dari Blok A, B, sampai F juga tak usah khawatir karena sudah disediakan bus gratis untuk keliling Pasar Tanah Abang," katanya.

Menurutnya, ide ini merupakan ide baru dari Gubernur DKI Anies Baswedan. "Jadi, pembeli juga dituntun. Hal ini jangan dipolitisasi," katanya.

Baca juga: Gubernur Anies Tutup Satu Jalan Khusus untuk PKL Tanah Abang

Pemprov DKI menutup salah satu badan Jalan Jatibaru untuk digunakan PKL sejak 22 Desember 2017. Anies beralasan penutupan jalan itu merupakan solusi jangka pendek untuk menata Pasar Tanah Abang.

Anies menyebut jumlah penumpang kereta api dari Tanah Abang yang membeludak setiap harinya berpotensi memunculkan peluang ekonomi.

"Otomatis ada 178 ribu orang per hari. Dengan sendirinya ini peluang ekonomi," ujar Anies, kala itu.

Penutupan jalan diberlakukan mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Sementara arus lalu lintas untuk kendaraan pribadi dan angkutan umum dialihkan ke sejumlah ruas jalan lain.