• Card 1 of 30
Nasional

Penutupan Jalan di Tanah Abang Disebut Atasi Kemacetan

Haifa Salsabila    •    04 Januari 2018 18:51

Suasana pembeli memadati area pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang di Jalan Jatibaru Raya, Jakarta Pusat. Foto: MI/Rommy Pujianto. Suasana pembeli memadati area pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang di Jalan Jatibaru Raya, Jakarta Pusat. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede menuturkan penutupan Jalan Jati Baru Raya di Tanah Abang bukan dikhususkan untuk lapak pedagang kaki lima (PKL). Tujuannya untuk merekayasa lalu lintas agar jalan steril sehingga bebas macet. 

"Kondisi Tanah Abang prapenataan itu mikrolet, bajaj, ojek pangkalan, ojek online semua tumplak di jalan yang segitu saja. Pak Gubernur DKI Jakarta (Anies Baswedan) melihat bahwa ini harus ada penataan," kata Mangara di Hotel Milenium, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Desember 2017. 

Ia menjelaskan niat sedari awal Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI adalah untuk menata Jalan Jati Baru Raya agar kosong dan bebas dari angkutan umum. Dengan begitu, polemik kemacetan Tanah Abang dapat berkurang. 

"Kemudian diperintahkan Pak Budi (Kepala PT TransJakarta Budi Kaliwono) untuk menyediakan shuttle bus. Jadi, kebutuhan transportasi di seputar itu dihentikan dengan menyediakan Transjakarta secara gratis," lanjut Mangara. 

Baca: Tanah Abang Dinilai Bisa seperti Portobello Market di London

Jalan Jati Baru Raya kemudian disetrilkan dan dikhususkan untuk shuttle bus TransJakarta. Hasilnya, ada satu jalur yang kosong dan tidak terpakai. "Nah, kita tata PKL di sini (jalur kosong) sehingga PKL juga semringah," jelas dia. 

Mangara pun menekankan kebijakan ini bukan semata penutupan jalan untuk PKL berjualan. "Tapi, jalan yang kebijakan itu dibuat tidak terpakai, kita buat untuk PKL. Separuh jalannya ya. Itu pun waktu tertentu dari jam 08:00 sampai 18:00 WIB saja," ungkap dia.