• Card 18 of 30
Properti

Disain 'Bermasalah' Skybridge Tanah Abang Tak Bisa Langsung Dipakai

Nicky Widadio    •    17 November 2018 05:06

Kepadatan penumpang pada jam-jam sibuk di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Antara Foto/Wahyu Putro Kepadatan penumpang pada jam-jam sibuk di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Antara Foto/Wahyu Putro

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan jembatan penyeberangan multiguna (JPM) Tanah Abang tuntas pengerjaannya pada 23 November mendatang. Namun pembukaan dan penggunaannya paling cepat baru bisa sepekan setelah itu.

Ini karena PT KAI terpaksa harus menggeser letak pintu utama Stasiun Tanah Abang yang sudah ada saat ini. Pekerjaan membuat pintu gerbang baru berikut melangkapi segala atribut pengarahnya bagi calon penumpang, diperkirakan butuh waktu selama sepekan.

"Sesuai kesepakatan itu akan selesai 30 November, ya akhir bulan. Tapi ini dinamis, karena kita pikirkan untuk penumpang," ungkap Kepala Daerah Operasional 1 PT KAI Dadan Rudiansyah, Jumat (16/11/2018).

Hanya saja pekerjaan baru dapat dimulai setelah pengerjaan skybridge benar-benar selesai. Sehingga PT KAI dapat mengetahui benar bagaimana jembatan tersebut dan memperhitungkan benar di mana gerbang utama harus dipindahkan dan bagaimana mensiasatinya agar tidak membuat arus penumpang masuk dan keluar stasiun menjadi rumit.

"Apabila ini gerbang yang ada saat ini tidak digeser, nanti hall stasiun itu akan penuh dengan pengunjung dan pedagang dari skybridge," jelas Dadan tentang hasil simulasi mengenai dampak desain skybridge Tanah Abang terhadap lalu lintas penumpang di stasiun Tanah Abang.

Situasi simpang siur antara Pemprov DKI Jakarta selaku pemilik proyek dengan PT KAI sebagai pihak terdampak, tidak dibantah Kepala Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh Nugroho. Sedari tahap perencanaan desain rupanya PT KAI memang tidak dilibatkan dan bahkan sempat bersengketa mengenai kepemilikan lahan proyek yang dikerjakan PD Sarana Jaya tersebut.

Belakangan setelah ada pertemuan, PT KAI yang memilih menyesuaikan diri dengan proyek yang Gubernur Anies Baswedan sebut sebagai penyelesaian terhadap kemacetan kawasan Jati Baru, Tanah Abang. Sebaliknya PT KAI meminta Pemprop DKI Jakarta membangun bilik-bilik toilet umum di bawah badan jembatan bagi pengunjung dan pedagang.

Penambahan bilik-bilik toilet yang sebelumnya tidak ada dalam desain awal, menjadi alasan pengerjaan skybrigde melampaui tenggat waktu akhir Oktober lalu. Pun ketika skybridge secara teknis selesai per 23 November, tapi belum dapat langsung dimanfaatkan hingga selesainya perkerjaan pemindahan gerbang Stasiun Tanah Abang.

"Memang sejak awal pembangunan belum terintegrasi. Tapi setelah pertemuan, kedua pihak saling mendukung skybridge. Terutama terkait keselamatan arus penumpang ke skybridge dan tempat lainnya," ungkap Teguh.