• Card 28 of 30
Nasional

Skybridge Molor Gara-Gara Toilet

Nicky Widadio    •    15 November 2018 10:35

Proyek pembangunan jembatan multiguna atau skybridge Tanah Abang di Jakarta. Foto: MI/Bary Fathahilah. Proyek pembangunan jembatan multiguna atau skybridge Tanah Abang di Jakarta. Foto: MI/Bary Fathahilah.

Jakarta: Direkur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan siap memenuhi semua persyaratan yang diajukan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dia akan membangun fasilitas umum, seperti toilet, yang sempat membuat molor proyek jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Fasilitas toilet, ya kan kita bahas terus. Selama ini koordinasi dengan KAI baik kok," kata Yoory ketika ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, 14 November 2018.

Ia mengakui sejumlah kesepakatan yang dibuat Pemprov DKI dan PT KAI terkait dengan pembangunan skybridge ada yang belum terealisasi. Hal ini membuat penyelesaian JPM Tanah Abang terkendala. 

"Itu kesepakatan bersama yang perlu disepakati. Sudah disepakati pemerintahan DKI Jakarta tentang adanya fasilitas umum, seperti toilet dan musala," ujar Senior Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Edy Kuswoyo.

Dalam menjawab masalah itu, Yoory mengaku sudah menyiapkan area pembangunan toilet bagi pengunjung skybridge. Rencananya tiga hingga empat toilet akan dibangun. "Lokasinya nanti di sebelah utara, di bawah skybridge, dekat halte Jak Lingko," tambah Yorry.

Awalnya, Pemprov DKI menargetkan skybridge sudah bisa digunakan pada 23 November 2018. Namun, dengan adanya kesepakatan soal fasilitas sosial itu, waktu penyelesaiannya bisa lebih panjang lagi. 

Baca: Disindir Anies, Prasetio Klaim Jarang Kunker

"Pekerjaan tambahan, sesuai permintaan dari pada PT KAI. Itu akan segera kita kerjakan setelah ada kesepakatan," ucap dia.

Ketua Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya Teguh P Nugroho menuturkan Pemprov DKI dan PT KAI belum menyepakati sejumlah hal dalam pembangunan skybridge. Hal ini meliputi arus penumpang, permasalahan aset, pintu penghubung skybridge menuju Stasiun Tanah Abang, sarana-prasarana pendukung skybridge, dan soal keamanan.

Soal sarana-prasarana, misalnya, ada 446 kios yang ada di skybridge. Jika satu kios dijaga dua pedagang, berarti ada lebih dari 800 orang yang diperkirakan ada di skybridge di satu waktu.

PT KAI keberatan jika mereka menggunakan fasilitas toilet di Stasiun Tanah Abang. PD Pembangunan Sarana Jaya selaku BUMD yang ditugaskan diminta membangun skybridge juga menyediakan fasilitas umum di jembatan tersebut.