• Card 1 of 30
Nasional

Omzet Pedagang di Tanah Abang Merosot

Fiona Yosefina    •    31 Desember 2017 03:27

Kios di Tanah Abang, Jakarta, sepi pembeli. Foto: Fiona Yosefina/Medcom.id Kios di Tanah Abang, Jakarta, sepi pembeli. Foto: Fiona Yosefina/Medcom.id

Jakarta: Sejumlah pedagang yang menyewa kios di Tanah Abang, Jakarta Pusat, terkena dampak dari penutupan Jalan Jati Baru Raya. Omzet mereka pun diklaim merosot drastis.

Rosnani, salah seorang pedagang pakaian, mengatakan para pedagang di kios kesulitan mendapat pembeli setelah Pemprov DKI menyediakan tenda-tenda untuk pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Jati Baru Raya. Mereka juga kesulitan dalam memasukkan barang ke dalam toko karena akses Jalan Jati Baru Raya ditutup.

"Biasanya sehari bisa Rp2 juta, apalagi kalau hari libur bisa sampai Rp3 juta atau Rp4 juta. Tapi sekarang sulit sekali. Belakangan ini saya hanya laku satu atau dua barang saja," ujar Rosnani kepada Medcom.id di Tanah Abang, Jakarta, Sabtu, 30 Desember 2017.

Rosnani mengatakan, faktor utama menurunnya pendapatan para pedagang karena masyarakat yang akan berbelanja diarahkan ke Blok A dan Blok B. Sedangkan, akses untuk lokasi pertokan pedagang terhalang oleh tenda-tenda PKL di Jalan Jati Baru Raya.

"Bus-bus gratis itu hanya mengantarkan pembeli ke blok A sama blok B. Jadi yang di dalam-dalam sini ya semakin sepi" kata Rosnani.

Baca: Pendapatan Pengusaha Ekspedisi Tanah Abang Tersendat

Ia menuturkan, kini satu-satunya akses jalan menuju pertokoannya ialah dengan menyisiri tenda-tenda PKL. 

Sementara itu, Linda, salah seorang pedagang pakaian muslim, mengatakan, menurunnya omzet pedagang di kios juga disebabkan kesamaan jenis barang dagangan dengan yang dijual para PKL.

"Kalau untuk barang sejenis memang terasa perbedaannya, pendapatannya juga berubah. Tetapi untuk pedagang yang produknya berbeda dengan di PKL, tidak terlalu signifikan" ujar Linda.

Linda pun berharap Pemprov DKI Jakarta lebih bijaksana dalam membuat kebijakan. Pemprov DKI juga diminta melibatkan pihak yang memang terimbas dampak dari suatu kebijakan sebelum menerapkannya.