• Card 23 of 30
Nasional

Pintu Keluar/Masuk Stasiun Tanah Abang Diubah Demi Skybridge

Fachri Audhia Hafiez    •    16 November 2018 16:59

Executive Vice President PT KAI Daop 1 Jakarta Dadan Rudiansyah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.  Executive Vice President PT KAI Daop 1 Jakarta Dadan Rudiansyah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam waktu dekat akan mengubah posisi pintu masuk/keluar penumpang di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ini untuk mengurai kepadatan penumpang kereta rel listrik (KRL) yang diproyeksi membludak saat jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge difungsikan.

"Flow penumpang kami sedang evaluasi den mendetailkan pergeseran gate. Apabila tidak digeser nanti hall di stasiun itu akan dipenuhi oleh para pengunjung," kata Executive Vice President PT KAI Daop 1 Jakarta Dadan Rudiansyah di Gedung Ombudsman RI, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 16 November 2018.

Baca juga: Janji Anies Soal Pengoperasian Skybridge Sulit Terwujud

Dadan mengatakan pintu keluar/masuk penumpang akan digeser ke arah skybridge. Dampaknya, pintu keluar/masuk bakal berkurang dari 13 menjadi 7 pintu. 

Lokasi penempatan pintu yang baru juga lebih sempit. Ini lantaran ke arah skybridge terdapat sejumlah ruangan seperti ruang kepala stasiun, VIP, dan tenant makanan dan minuman.

"Kami akan menghubungi tenant-tenant untuk direlokasi karena di depan gate tidak boleh ada kios. Jadi nanti akan kita buka," ucap dia.

Baca juga: Anies Klaim Tak Ada Masalah dengan PT KAI

Bergesernya pintu keluar/masuk juga berdampak ke loket. PT KAI dan PD Sarana Jaya masih berkoordinasi mengenai desain atau layout posisi loket yang harus tersedia di luar pintu stasiun.

"Kami sedang buat desain nanti yang tenant di depan kita pakai loket, terus baru gate. Jadi orang dari skybridge melalui loket dulu baru gate. Tapi gatenya enggak di bibir skybridge," tutur dia.