• Card 1 of 30
Nasional

Pembangunan Blok G Disesuaikan dengan Jumlah PKL

Fiona Yosefina    •    04 Januari 2018 08:27

Suasana kegiatan jual beli di Tanah Abang/Foto: MI/RAMDANI Suasana kegiatan jual beli di Tanah Abang/Foto: MI/RAMDANI

Jakarta: Pembangunan Blok G Tanah Abang akan disesuaikan dengan jumlah pedagang kaki lima. Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, hal itu ditujukan agar tidak ada alasan PKL untuk kembali turun ke jalan.

Ia menyampaikan, pihaknya akan menghitung ulang jumlah PKL yang berada di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Untuk sementara, para PKL disediakan tenda untuk berjualan di badan jalan.

“Dibikin di tengah jalan seperti saat ini supaya kami tahu juga berapa PKL. Jadi, untuk saat ini mereka boleh berjualan hanya di tempat yang disediakan di jalan” Arief  kepada Medcom.id, Jakarta Pusat, Rabu 3 Januari 2017.

Baca juga: Alasan PD Pasar Jaya Simpan PKL di Badan Jalan

Arief menyebut masalah PKL Tanah Abang sudah ada sejak dulu, bahkan sebelum Presiden Joko Widodo menjabat sebagai Gubernur. Sebetulnya, rencana rekontruksi Blok G Pasar Tanah Abang sudah ada sejak tahun 2015.

“Namun, sampai saat ini belum terealisasi, terkendala tidak adanya lahan untuk membangun tempat penampungan sementara (TPS) bagi para pedagang di Blok G,” ujar dia.

Blok G juga rencananya akan diintegrasikan dengan akses parkir serta Transit Oriented Development (TOD). Tak hanya itu, gedung tersebut juga akan dijadikan rumah susun
Pemprov DKI menutup salah satu badan Jalan Jatibaru untuk digunakan PKL sejak 22 Desember 2017. Anies beralasan penutupan jalan itu merupakan solusi jangka pendek untuk menata Pasar Tanah Abang.

Baca juga: BPTJ Kaget Jalan di Tanah Abang Ditutup

Anies menyebut jumlah penumpang kereta api dari Tanah Abang yang membeludak setiap harinya berpotensi memunculkan peluang ekonomi. "Otomatis ada 178 ribu orang per hari. Dengan sendirinya ini peluang ekonomi," ujar Anies, kala itu.

Penutupan jalan diberlakukan mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Sementara arus lalu lintas untuk kendaraan pribadi dan angkutan umum dialihkan ke sejumlah ruas jalan lain.