• Card 1 of 30
Nasional

Rencana 'Menyulap' Tanah Abang

Nur Azizah    •    06 Januari 2018 08:41

Suasana Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta. Foto: MI/Adam Dwi Suasana Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta. Foto: MI/Adam Dwi

Jakarta: Pemprov DKI Jakarta berencana menyulap kawasan Tanah Abang menjadi lebih modern. Mulai dari pembangunan sky bridge, sky train, dan alat pembawa barang layaknya di bandara.

Her Pramtama, Arsitek untuk  pembangunan Tanah Abang yang ditunjuk Pemprov DKI Jakarta mengatakan, pembangunan sky train untuk memudahkan pengunjung berpindah dari blok satu ke blok lainnya. Ia berencana mengubah kawasan Tanah Abang menjadi hub transportasi yang modern.

"Kemudian yang penting juga bagaimana kanalisasi barang, hari ini pengiriman barang ke blok-blok masih menggunakan manusia, ke depan menggunakan kanalisasi seperti di airport," kata Pramtama di Jakarta Smart City, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat 5 Januari 2018. 

Namun, rencana tersebut masih dalam bayangan. Pramtama menyampaikan, saat ini Pemprov masih fokus terhadap penataan transportasi dan pedagang kaki lima.

"Jadi timeline-nya, hari ini kan kita melakukan evaluasi sampai tanggal 19 Februari. Setelah itu, kita akan jabarkan (hasil evaluasi)," ujarnya

Tak hanya membangun sarana transportasi, kemungkinan  Tanah Abang juga akan memiliki gedung baru. Nantinya, gedung itu akan dibangun di depan stasiun Tanah Abang.

"Mungkin akan ada blok-blok baru, tidak hanya blok G tetapi blok baru di depan stasiun," kata Pramtama.

Baca: Tanah Abang Dinilai Bisa seperti Portobello Market di London

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Priharto menyebut diperlukan sky bridge atau pedestrian bridge di kawasan Tanah Abang. Ini supaya pejalan kaki semakin nyaman pascapenutupan Jalan Jati Baru Raya.

"Berdasarkan quick assessment pergerakan orang di sekitaran Tanah Abang maka diperlukan pedestrian bridge," tutur Bambang dalam acara Focus Group Discussion: Penataan Lalu Lintas dan Kawasan Tanah Abang di Hotel Milenium, Jakarta Pusat.

Berdasarkan data yang didapatkan BPTJ, tujuan penumpang KRL tertinggi adalah Pasar Tanah Abang dengan persentase 35,59 persen dari jumlah total populasi penumpang KRL sebanyak 7.748 penumpang. Para penumpang tersebut kemudian menempuh jarak dengan berjalan kaki.

Karena itu, pihaknya menyarankan kepada Pemprov DKI untuk mengakomodasi dan memberikan kenyaman bagi para pejalan kaki dengan pedestrian bridge. Nantinya jembatan itu langsung menghubungkan pintu selatan Stasiun Tanah Abang dengan area Pasar Tanah Abang.

Pada kesempatan yang sama, Bambang menuturkan perlunya peningkatan kapasitas trotoar sepanjang Jalan Jati Baru hingga Kebon Jati. Ia menyarankan agar kawasan Tanah Abang menjadi area yang ramah kepada pejalan kaki dan transportasi umum yang terintegrasi dan berbasis Transit Oriented Development (TOD).

Maka, tutur Bambang, perlu peningkatan dan kapasitas dan kualitas integrasi angkutan umum yang menghubungkan antara Stasiun Tanah Abang ke daerah Thamrin, Roxy, Kebon Sirih, Abdul Muis dan Harmoni.

"Perlu ada juga konektifitas trunk line dengan feeder, fasilitas pejalan kaki yang ramah, dan fasilitas pengguna sepeda sebagai first dan last mile mode," kata dia.