• Card 1 of 30
Nasional

Rekayasa Jalan di Tanah Abang Akan Terus Dievaluasi

Haifa Salsabila    •    05 Januari 2018 06:52

Pedagang kaki lima (PKL) berjualan di trotoar pejalan kaki di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa (24/10). (Foto: MI/Bary Fathahilah). Pedagang kaki lima (PKL) berjualan di trotoar pejalan kaki di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa (24/10). (Foto: MI/Bary Fathahilah).

Jakarta: Kepala Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Priharto mengatakan, kebijakan rekayasa Jalan Jati Baru Raya di Tanah Abang akan terus dievaluasi. Menurutnya, evaluasi dilakukan demi kepentingan masyarakat banyak.

"Tadi kita sudah sepakat bahwa kebijakan tadi (kebijakan rekayasa jalan di Tanah Abang) adalah kebijakan publik yang akan terus di evaluasi sehingga kebijakan ini nanti bisa benar-benar bermanfaat untuk masyarakat," kata Bambang disela-sela diskusi bertajuk 'Penataan Lalu Lintas dan Kawasan Tanah Abang', Jakarta, Kamis 4 Desember 2017. 

Ia menjelaskan, dari hasil diskusi tersebut, ada beberapa hal menjadi perhatian dan bahan evaluasi bersama. Salah satunya, kebijakan publik yang telah dibuat oleh pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI harus dipatuhi oleh masyarakat, agar manfaatnya dapat dirasakan bersama. 

"Kemudian ada Transit Oriented Development (TOD) di Tanah Abang yang akan dikembangkan dalam rangka bagian dari pada pengembangan pergerakan perjalanan orang," ujar Bambang. 

Ia menuturkan, pengembangan kawasan di Tanah Abang sebaiknya jadi prioritas dalam penataan atau rekayasa lalu lintas. "Jadi penataan ini dirasakan sangat penting. Tidak hanya Tanah Abang saja, tapi titik-titik macet di sekitar stasiun lain," ucapnya.

Bambang mengungkapkan, fungsi Jalan Jati Baru Raya akan tetap diperhatikan sesuai dengan ketentuan hukum dan Undang-undang yang berlaku. Menurutnya, kebijakan penataan Jalan Jati Baru Raya adalah kebijakan jangka pendek yang akan terus dievaluasi. 

"Jangka panjang PKL juga akan disediakan. Jadi tolong diperhatikan ada kebijakan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang," ujar dia. 

Di sisi lain, Ia berharap forum itu dapat menyelaraskan pandangan semua pihak dengan tujuan untuk kesejahteraan publik. 'Tadi semua ingin menata Tanah Abang agar lebih baik," pungkas Bambang.