• Card 1 of 30
Nasional

Novanto Menangis Minta Maaf pada Keluarga

Faisal Abdalla    •    13 April 2018 12:29

Terdakwa Kasus Korupsi Pengadaan KTP elektronik Setya Novanto mebaca nota pembelaan pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (13/4) - ANT/Wahyu Putro A. Terdakwa Kasus Korupsi Pengadaan KTP elektronik Setya Novanto mebaca nota pembelaan pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (13/4) - ANT/Wahyu Putro A.

Jakarta: Terdakwa kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik (KTP-el), Setya Novanto berlinang air mata saat menutup nota pembelaan (pleidoi) pribadinya. Novanto meminta maaf kepada keluarga. 

"Kepada istri dan anak-anaku tercinta, izinkan saya menyampaikan permohonan maaf," kata Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat, 13 April 2018. 

Kata-kata Novanto sempat terhenti beberapa menit lantaran tak kuat menahan tangis. Hakim Ketua Yanto sempat menawarkan Novanto untuk berhenti sejenak dan minum terlebih dahulu. 

Firman Wijaya, kuasa hukum Novanto, juga sempat memberikan beberapa lembar tisu kepada mantan Ketua DPR RI tersebut. 

"Kepada istri saya, Deistriani dan anak-anak saya. Sungguh sangat berat cobaan yang menimpa keluarga kita. Keluarga kita adalah pilihan Allah. Sungguh pertolongan Allah adalah dekat, Allah menyiapkan yang terbaik," kata Novanto melanjutkan. 

Novanto memohon kepada Majelis Hakim untuk memutus perkaranya dengan adil. Ia juga meminta majelis mempertimbangkan hal-hal yang dapat meringankan hukumannya. 

"Saya tak pernah terlibat masalah hukum, saya masih menanggung istri dan dua orang anak yang masih sekolah, masih membutuhkan figur ayah," imbuh Novanto. 

Terakhir, Novanto memohon kepada majelis hakim untuk mencabut pemblokiran terhadap harta kekayaannya. Ia mengatakan harta kekayaan itu tidak ada hubungannya dengan perkara proyek KTP-el. 

"Yang paling penting bagi saya, saya berharap masih bisa memperbaiki dan menata hidup saya kembali. Saya meyakini kejadian ini sudah tertulis rapi dalam kitab-Nya. Manusia boleh berencana, Allah SWT lah yang menentukan," pungkas Novanto.