korupsi e-ktp
30cards

korupsi e-ktp

Updated 24 Mei 2018 07:14
  1. Agus Hermanto Prihatin Kader Demokrat Disebut Terlibat KTP-el
  2. Nurhayati Mengaku tak Kenal Novanto Saat KTP-el Diprogramkan
  3. KPK Telaah Dugaan Aliran Dana KTP-el ke Nurhayati
  4. Melchias Mekeng Sebut Keponakan Novanto Membual
  5. KPK Dalami Kesaksian Keponakan Setnov
  6. Kadernya Disebut Terima Uang KTP-el, Demokrat Hormati Asas Praduga Tak Bersalah
  7. Nurhayati Merasa Difitnah Keponakan Novanto
  8. KPK Cermati Kesaksian Irvanto soal Aliran Korupsi KTP-el
  9. Setnov Kembali Beberkan Aliran Uang KTP-el
  10. Irvanto Mengaku Serahkan SGD1,5 Juta ke Agun Gunandjar
  11. Novanto Sebut Fee KTP-el Dibahas di Ruang Ade Komaruddin
  12. Keponakan Novanto Serahkan USD1 Juta buat Mekeng dan Nari
  13. Novanto Sebut Tanos Orang Kepercayaan Gamawan Fauzi
  14. Kasus Bimanesh, Ahli: Dokter Penyakit Dalam Tak Tangani Pasien Kecelakaan
  15. Jaksa Keberatan dengan Saksi Ahli yang Dihadirkan Fredrich
  16. Ahmad Yani Nilai Korupsi Bukan Kejahatan Luar Biasa
  17. Jaksa Keberatan dengan Saksi Ahli yang Dihadirkan Fredrich
  18. Ahli Sebut Dokter Boleh Tangani Pasien Buron
  19. Tak Lazim Dokter Penyakit Dalam Menangani Pasien Kecelakaan
  20. Ahli Bahasa: Ukuran Bakpao Tidak Kecil
  21. Ahli Sebut Hakim Harus Membuktikan Rekayasa Fredrich
  22. Fredrich Sebut Rutan KPK Amatiran
  23. Fredrich Kesepian Jalani Ramadan di Tahanan
  24. Pengacara Bisa Bantu Klien Tunda Pemeriksaan
  25. Boyamin Saiman jadi Saksi Meringankan Fredrich
  26. Deisti Tolak Teken Berita Penahanan Novanto
  27. KPK Periksa Sugiharto di Lapas Sukamiskin
  28. Bimanesh Dinilai Ikut Berniat Jahat
  29. Ahli: Dokter Bisa Dijatuhi Sanksi Pidana
  30. Ahli: Merintangi Penyidikan Sama dengan Korupsi
  • Card 1 of 30
Video

Bimanesh Mengaku Diminta Fredrich Membuat Surat Inap untuk Setnov

19 April 2018 17:36
Loading the player ...

Dokter Bimanesh Sutardjo menjadi salah satu saksi dalam persidangan kasus merintangi penyidikan KTP-el dengan terdakwa Fredrich Yunadi. Dalam kesaksiannya Bimanesh mengungkapkan fakta persidangan sebelum Setya Novanto masuk ke RS Medika Permata Hijau. Fredrich Yunadi disebut menelepon Dokter Bimanesh untuk menyediakan ruangan di RS Medika Permata Hijau. Fredrich juga disebut meminta Dokter Bimanesh untuk membuat surat rawat inap untuk Setya Novanto. 

korupsi e-ktp
30cards

korupsi e-ktp

Updated 24 Mei 2018 07:14
  1. Agus Hermanto Prihatin Kader Demokrat Disebut Terlibat KTP-el
  2. Nurhayati Mengaku tak Kenal Novanto Saat KTP-el Diprogramkan
  3. KPK Telaah Dugaan Aliran Dana KTP-el ke Nurhayati
  4. Melchias Mekeng Sebut Keponakan Novanto Membual
  5. KPK Dalami Kesaksian Keponakan Setnov
  6. Kadernya Disebut Terima Uang KTP-el, Demokrat Hormati Asas Praduga Tak Bersalah
  7. Nurhayati Merasa Difitnah Keponakan Novanto
  8. KPK Cermati Kesaksian Irvanto soal Aliran Korupsi KTP-el
  9. Setnov Kembali Beberkan Aliran Uang KTP-el
  10. Irvanto Mengaku Serahkan SGD1,5 Juta ke Agun Gunandjar
  11. Novanto Sebut Fee KTP-el Dibahas di Ruang Ade Komaruddin
  12. Keponakan Novanto Serahkan USD1 Juta buat Mekeng dan Nari
  13. Novanto Sebut Tanos Orang Kepercayaan Gamawan Fauzi
  14. Kasus Bimanesh, Ahli: Dokter Penyakit Dalam Tak Tangani Pasien Kecelakaan
  15. Jaksa Keberatan dengan Saksi Ahli yang Dihadirkan Fredrich
  16. Ahmad Yani Nilai Korupsi Bukan Kejahatan Luar Biasa
  17. Jaksa Keberatan dengan Saksi Ahli yang Dihadirkan Fredrich
  18. Ahli Sebut Dokter Boleh Tangani Pasien Buron
  19. Tak Lazim Dokter Penyakit Dalam Menangani Pasien Kecelakaan
  20. Ahli Bahasa: Ukuran Bakpao Tidak Kecil
  21. Ahli Sebut Hakim Harus Membuktikan Rekayasa Fredrich
  22. Fredrich Sebut Rutan KPK Amatiran
  23. Fredrich Kesepian Jalani Ramadan di Tahanan
  24. Pengacara Bisa Bantu Klien Tunda Pemeriksaan
  25. Boyamin Saiman jadi Saksi Meringankan Fredrich
  26. Deisti Tolak Teken Berita Penahanan Novanto
  27. KPK Periksa Sugiharto di Lapas Sukamiskin
  28. Bimanesh Dinilai Ikut Berniat Jahat
  29. Ahli: Dokter Bisa Dijatuhi Sanksi Pidana
  30. Ahli: Merintangi Penyidikan Sama dengan Korupsi