• Card 1 of 30
Nasional

Novanto Bantah Intervensi Proyek KTP-el

Faisal Abdalla    •    13 April 2018 12:13

Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto. Foto: Antara/Reno Esnir. Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto. Foto: Antara/Reno Esnir.

Jakarta: Terdakwa kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik (KTP-el), Setya Novanto membacakan nota pembelaan (pleidoi) pribadinya. Dalam pleidoinya Novanto membantah dakwaan jaksa.
 
"Saya tidak pernah melakukan intervensi terhadap proses penganggaran atau pembiayaan proyek KTP-el pada tahun anggaran 2011-2013 dengan maksud menguntungan diri sendiri dan orang lain sebagaimana dalam dakwaan penuntut umum," kata Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat, 13 April 2018.
 
Novanto mengatakan, peran pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) lebih dominan dalam proses penganggaran proyek KTP-el. Terutama terkait perubahan sumber pendanaan dari pinjaman hibah luar negeri (PHLN) menjadi APBN murni. Sementara DPR RI hanya berperan menyetujui usulan tersebut.
 
"Usulan perubahan itu dilakukan pemerintah melalui Kemendagri. Mendagri Gamawan Fauzi mengirim surat kepada Kemenkeu dan Bappenas dalam surat 471.13/4210.a/sj. Perubahan sumber pembiayaan itu dibutuhkan persetujuan DPR RI. Hanya persetujuan di atas rancangan anggaran proyek KTP-el yang akan diajukan Kemendagri," kata Novanto.

Baca: Saksi Sebut Hasil Visum Novanto Janggal

Novanto juga menyinggung soal dugaan adanya kesepakatan fee yang melibatkan pengusaha Andi Agustinus, pejabat Kemendagri Irman, dan Mantan Ketua Komisi II DPR Burhanuddin Napitupulu. Meski begitu, Novanto mengatakan kesepakatan itu di luar tanggungjawabnya.
 
"Perubahan sumber pendanaan KTP-el dan kronologis pertemuan-pertemuan yang melibatkan saya, tidak menggambarkan untuk menguntungkan saya maupun orang lain. Kesepakatan itu dilakukan sebelum Andi Agustinus memperkenalkan saya kepada Irman di Grand Mulia," ujar Novanto.