• Card 8 of 30
Nasional

Politikus Gerindra Bantah Terima Duit Korupsi KTP-el

Siti Yona Hukmana    •    12 Juli 2018 16:26

Politikus Partai Gerindra Rindoko Dahono Wingit - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.  Politikus Partai Gerindra Rindoko Dahono Wingit - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jakarta: Politikus Partai Gerindra Rindoko Dahono Wingit membantah menerima uang sebesar
USD37 ribu dari proyek KTP berbasis elektronik (KTP-el). Ia mengaku tak tahu soal pengadaan proyek senilai Rp5,8 triliun itu. 

"Enggak benar. (Saya) Enggak paham," kata Rindoko usai diperiksa sebagai saksi di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Juli 2018.

Rindoko hari ini diperiksa untuk tersangka Markus Nari. Mantan Anggota Komisi II DPR RI itu juga mengaku tak tahu soal pembahasan anggaran proyek. 

Dia mengaku, saat pembahasan dipindah ke Komisi III. "Saya kan pindah dari Komisi II ke Komisi III. (Ketika) saya di Komisi III sudah selesai semua proses KTP-el. Jadi, saya enggak paham apa saja," tutur dia. 

Dalam surat dakwaan dengan terdakwa KTP-el Irman dan Sugiharto, mantan Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) DPR itu disebut menerima uang sebesar USD37 ribu.

Selain Rindoko, uang tersebut juga turut diterima Ketua Kapoksi Komisi II lainnya yaitu Abdul Malik Haramain, Djamal Aziz Attamimi, Nu'man Abdul Hakim, dan Jazuli Juwaini. Ini disebutkan jelas dalam dakwaan Irman dan Sugiharto.

Sebelumnya, dalam surat dakwaan untuk terdakwa KTP-el Irman dan Sugiharto disebutkan Mantan Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) DPR itu diduga menerima uang sebesar 37 ribu dolar Amerika Serikat dari proyek senilai Rp5,9 triliun itu. 

Selain Rindoko, uang tersebut juga turut diterima Ketua Kapoksi Komisi II lainnya yaitu Abdul Malik Haramain, Djamal Aziz Attamimi, Nu'man Abdul Hakim, dan Jazuli Juwaini. Ini disebutkan jelas dalam dakwaan Irman dan Sugiharto.