korupsi e-ktp
30cards

korupsi e-ktp

Updated 22 Oktober 2018 13:22
  1. KPK tak Puas Fredrich Divonis 7 Tahun Penjara
  2. KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara
  3. Hakim Jeldi Kritik Rendahnya Vonis Fredrich
  4. Pengadilan Tinggi Kuatkan Hukuman Fredrich Yunadi
  5. Ahli Sebut Proyek KTP-el Berbau 'Amis' Sejak Awal
  6. Irvanto Diduga Kombinasikan Modus Pencucian Uang untuk Bantu Novanto
  7. Alasan Andi Narogong tak Dijebloskan ke Sukamiskin
  8. Terpidana Kasus KTP-el Dijebloskan ke Lapas Tangerang
  9. KPK Masih Memproses Penjualan Rumah Novanto
  10. Fayakhun Disebut Minta Rp5 Miliar ke Agus Gumiwang
  11. Aziz Syamsuddin Bantah Terima Uang dari Irvanto
  12. Fayakhun Sebut Uang untuk Novanto tak Terkait KTP-el
  13. Rita Widyasari Dicecar soal Aliran Dana KTP-el
  14. Fayakhun hingga Rita Widyasari jadi Saksi Keponakan Novanto
  15. Novanto Sebut Mekeng Bisa Kualat
  16. Istri Mendampingi Irvanto Serahkan Uang ke Anak Chairuman
  17. Andi Narogong: Novanto Suruh Irvanto Bagikan Duit ke DPR
  18. Putra Chairuman Mengelak Pernah Terima Uang Titipan dari Irvanto
  19. Markus Nari Kembali Bantah Terima Uang Rp4 Miliar
  20. KPK Angkat Bicara soal Novanto di Rest Area Tol Purbaleunyi
  21. Mekeng Sebut 'Nyanyian' Novanto Pepesan Kosong
  22. Perburuan Tersangka Kasus KTP-el Berlanjut
  23. Aset Novanto Terancam Disita KPK
  24. Setya Novanto Akui Terima USD3,8 Juta dari Proyek KTP-el
  25. Setnov Masih Terima Gaji Rp19 Juta/Bulan
  26. Novanto Serahkan Dua Bidang Tanah Seharga Rp13 Miliar
  27. Setnov Bingung Uang USD3,5 Juta dari Andi Narogong Didakwakan Padanya
  28. Novanto Minta Dihadapkan dengan Nazaruddin
  29. Novanto-Nazaruddin Bahas Aliran Dana KTP-el di Sukamiskin
  30. Novanto Beri Mandat Office Boy Kelola Perusahaan
  • Card 1 of 30
Nasional

Pernyataan Aris Budiman Dikutip di Pleidoi Novanto

Faisal Abdalla    •    13 April 2018 17:11

Terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto/MI/Bary Fathahilah Terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto/MI/Bary Fathahilah

Jakarta: Kuasa Hukum terdakwa kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el) Setya Novanto menggunakan keterangan Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK, Aris Budiman, ke dalam nota pembelaan (pleidoi). Keterangan itu terkait dengan Johannes Marliem yang belum pernah diperiksa KPK. 

Johannes merupakan penyedia alat Automatic Fingerprint Identification System (AFIS) dalam proyek KTP-el. Johannes diyakini punya alat bukti yang mampu mengungkap kasus ini.

"Bagi kami sehubungan dengan apa benar belum ada pemeriksaan terhadap Johannes Marliem terkait perkara KTP-el ini, seharusnya tidak terjadi dalam proses hukum profesional," kata anggota tim kuasa hukum Novanto, SF Marbun, di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat, 13 April 2018. 

Marbun menyebut rekaman pembicaraan Johannes yang diputar jaksa KPK dalam persidangan tidak sah. Pasalnya, Johannes belum pernah diperiksa.

"Sebab bagaimanapun upaya keras untuk menghadirkan segala sesuatu yang berhubungan Johannes Marliem menunjukkan betapa pentingnya posisi Johannes Marliem. Tetapi, Johannes Marliem tidak pernah diperiksa menurut hukum Indonesia, dan pemeriksaannya di Amerika pun melanggar asas-asas Amerika," sambungnya.

Baca: Luapan Emosi Brigjen Aris terhadap KPK

Aris sebelumnya membuka borok KPK. Sambil meluapkan emosi, Aris mengaku kecewa dengan lembaga antirasuah itu.

Aris mempertanyakan sikap KPK yang tebang pilih soal penggeledahan. Menurut dia, KPK mudah menggeledah institusi lain, tetapi perusahaan Biomorf Lone Mauritius, perusahaan Johannes, yang diduga terlibat dalam kasus KTP-el tidak digeledah.

Tapi, KPK tak sekalipun meminta keterangan dari Johannes sampai akhir hayatnya selama penyidikan kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu. Padahal, kata Aris, Marliem salah satu pihak yang menyimpan ratusan gigabyte rekaman percakapan proyek KTP-el.
 
"Anda bisa cek, ini ucapan saya bisa berisiko hukum bagi saya. Perusahaan Johannes Marliem yang namanya Biomorf tidak pernah digeledah. Padahal sudah dimintakan surat penetapan penggeledahan," tegas Aris, 6 April 2018. 


korupsi e-ktp
30cards

korupsi e-ktp

Updated 22 Oktober 2018 13:22
  1. KPK tak Puas Fredrich Divonis 7 Tahun Penjara
  2. KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara
  3. Hakim Jeldi Kritik Rendahnya Vonis Fredrich
  4. Pengadilan Tinggi Kuatkan Hukuman Fredrich Yunadi
  5. Ahli Sebut Proyek KTP-el Berbau 'Amis' Sejak Awal
  6. Irvanto Diduga Kombinasikan Modus Pencucian Uang untuk Bantu Novanto
  7. Alasan Andi Narogong tak Dijebloskan ke Sukamiskin
  8. Terpidana Kasus KTP-el Dijebloskan ke Lapas Tangerang
  9. KPK Masih Memproses Penjualan Rumah Novanto
  10. Fayakhun Disebut Minta Rp5 Miliar ke Agus Gumiwang
  11. Aziz Syamsuddin Bantah Terima Uang dari Irvanto
  12. Fayakhun Sebut Uang untuk Novanto tak Terkait KTP-el
  13. Rita Widyasari Dicecar soal Aliran Dana KTP-el
  14. Fayakhun hingga Rita Widyasari jadi Saksi Keponakan Novanto
  15. Novanto Sebut Mekeng Bisa Kualat
  16. Istri Mendampingi Irvanto Serahkan Uang ke Anak Chairuman
  17. Andi Narogong: Novanto Suruh Irvanto Bagikan Duit ke DPR
  18. Putra Chairuman Mengelak Pernah Terima Uang Titipan dari Irvanto
  19. Markus Nari Kembali Bantah Terima Uang Rp4 Miliar
  20. KPK Angkat Bicara soal Novanto di Rest Area Tol Purbaleunyi
  21. Mekeng Sebut 'Nyanyian' Novanto Pepesan Kosong
  22. Perburuan Tersangka Kasus KTP-el Berlanjut
  23. Aset Novanto Terancam Disita KPK
  24. Setya Novanto Akui Terima USD3,8 Juta dari Proyek KTP-el
  25. Setnov Masih Terima Gaji Rp19 Juta/Bulan
  26. Novanto Serahkan Dua Bidang Tanah Seharga Rp13 Miliar
  27. Setnov Bingung Uang USD3,5 Juta dari Andi Narogong Didakwakan Padanya
  28. Novanto Minta Dihadapkan dengan Nazaruddin
  29. Novanto-Nazaruddin Bahas Aliran Dana KTP-el di Sukamiskin
  30. Novanto Beri Mandat Office Boy Kelola Perusahaan