• Card 1 of 30
Nasional

Fredrich Sebut Rutan KPK Amatiran

Faisal Abdalla    •    17 Mei 2018 15:25

Terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik, Fredrich Yunadi, menunjukkan surat kuasa sebagai pengacara terpidana Setya Novanto. Foto: Antara/Muhammad Adimaja. Terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik, Fredrich Yunadi, menunjukkan surat kuasa sebagai pengacara terpidana Setya Novanto. Foto: Antara/Muhammad Adimaja.

Jakarta: Terdakwa perkara merintangi penyidikan kasus korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronok (KTP-el), Fredrich Yunadi, lebih nyaman ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang. Dia menilai Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kav K-4 amatiran. 

"Mereka (Rutan Cipinang) sangat profesional. Kalau di Rutan KPK itu amatir. Jauh sekali (perbedaanya)," kata Fredrich di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis 17 Mei 2018. 

Fredrich mengaku diperlakukan lebih manusiawi di Rutan Cipinang. Ia menyebut Rutan Cipinang lebih mengedepankan hak asasi manusia (HAM) ketimbang Rutan KPK. 

"Mereka sangat menghormati kita sebagai orang yang tidak bersalah. Tapi, kita di KPK sudah dianggap orang bersalah," ungkap dia.

Selain itu, Fredrich juga mengaku mendapatkan makanan yang lebih terjamin daripada di Rutan KPK, "Makanya saya bilang yang original (Cipinang) itu lebih bagus dari yang KW (KPK)." 

Eks kuasa hukum Ketua DPR Setya Novanto itu mengatakan di Rutan Cipinang, ia ditempatkan satu sel dengan seorang tahanan kasus korupsi. Namun, Fredrich enggan membeberkan siapa teman satu selnya itu. 

"Kita kan (ditempatkan khusus) di gedung tipikor tersendiri, tidak boleh gabung dengan yang lain," ungkapnya. 

Baca: Fredrich Kesepian Jalani Ramadan di Tahanan

Fredrich dipindahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur, Rabu 2 Mei 2018 lalu. Dia sebelumnya mendekam di Rutan KPK Kav K-4.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor mengabulkan permintaan Fredrich, yang meminta tempat penahanannya dipindahkan dari Rutan KPK Kav K-4. Alasannya, penahanan di Rutan KPK Kav K-4 tidak memperhatikan HAM.
 
Kepada majelis hakim, Fredrich meminta segera dipindahkan ke Rutan Polres Jakarta Selatan atau Rutan Polda Metro Jaya. Namun, jaksa KPK memberi dua pilihan Rutan yakni Rutan Salemba atau Rutan Cipinang.
 
Fredrich didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Ancaman pidana bagi Fredrich dalam dakwaannya adalah penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp150 juta dan paling banyak Rp600 juta.