• Card 1 of 30
Nasional

Novanto Harusnya Masuk IGD sebelum Rawat Inap

Faisal Abdalla    •    16 April 2018 14:28

Ilustrasi sidang Bimanesh Sutarjo - ANT/Muhammad Adimaja. Ilustrasi sidang Bimanesh Sutarjo - ANT/Muhammad Adimaja.

Jakarta: Direktur RS Medika Permata Hijau, dokter Hafil Budianto Abdulgani mengatakan terdakwa kasus korupsi KTP-el, Setya Novanto seharusnya melewati Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebelum dirawat.  Kenyataannya Novanto masuk ruang rawat VIP tanpa melewati IGD. 

"Bahwa kejadian dari pasien (Novanto) dengan diagnosa hipertensi. Ada konotasi hipertensi emergency. Dalam arti kata gawat darurat," kata Hafil saat bersaksi di persidangan perkara merintangi penyidikam kasus korupsi KTP-el, dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 16 April 2018. 

Hafil mengatakan ada dua jalur seorang pasien bisa masuk ke ruang rawat, yaitu IGD dan poliklinik. Namun, karena malam itu Novanto diduga mengalami kecelakaan, maka seharusnya ia masuk melalui jalur IGD. 

"Lalu ada kecelakaan yang mengakibatkan cidera. Bila ada konotasi emergency, baik itu hipertensi maupun kecelakaan, maka penanganannya kami memiliki IGD. Jadi alur pasien masuk adalah IGD," tutur Hafil. 

Dalam persidangan sebelumnya, terungkap bahwa dokter jaga IGD malam itu, dokter Michael Chia Cahaya menolak memeriksa Novanto. Ia memerintahkan Novanto agar langsung dibawa ke ruang rawat VIP 323 atas saran dari Bimanesh. 

(Baca juga: Bimanesh Tulis Diagnosa Novanto tanpa Pemeriksaan)

Meski begitu, Hafil tak bisa menyalahkan Michael lantaran ada permintaan dari mantan kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi agar dibuatkan surat pengantar rawat inap dari IGD dengan diagnosa kecelakaan meski saat itu Novanto belum tiba di rumah sakit. 

"Rumah sakit punya peraturan. Di situ disebutkan dokter boleh menolak kemauan pasien. Apalagi menurut dokter Michael yang datang bukan pasien. Yang datang lawyer. Makanya dia menolak. Logika saya sebagai dokter, jika saya tidak melihat pasien saya, tidak mendengar peermintaan pasiennya maupun keluarga, maka menolak (membuat surat rekomendasi rawat inap)," imbuh Hafil. 

Bimanesh Sutarjo didakwa merintangi penyidikan kasus korupsi KTP-el dengan memanipulasi data medis Novanto untuk menghindari pemeriksaan KPK pada November 2017 silam.

Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(Baca juga: Bimanesh Ganti Diagnosa Novanto)